Beranda Headline

Pedagang Protes: Rahma ke Pasar Hanya Bagi-bagi Masker, Tak Cek Harga Sembako

0
Rahma saat membagikan masker kepada Pedagang pasar baru Tanjungpinang-f/zulfan-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Banyak pedagang, baik di Pasar Baru maupun Bintan Center yang protes dengan aksi Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, yang hanya datang bagi-bagi masker dan tidak sekalian mengecek tingginya harga komoditas.

Rahma sendiri mendatangi kedua pasar itu, pada Selasa (19/1/2021) bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Atmadinata.

Salah satu pedagang Pasar Bintan Center, Regar mengungkapkan, selain membagi masker, seharusnya wali kota mengecek juga harga komoditas yang makin naik.

Misalnya, kata dia, untuk harga cabai sekarang ini sudah melonjak naik. Untuk harga cabai merah sendiri sudah mencapai Rp 66 ribu per kilogram, yang normalnya hanya sekitar Rp 40 ribu per kilogram.

Sedangkan untuk harga cabai rawit, lanjutnya, sudah mencapai Rp 96 ribu per kilogram, yang normalnya hanya Rp 36 ribu per kilogram.

Ia tidak mengetahui persis apa penyebab kenaikan harga cabai ini. Namun, kondisi ini sudah berlangsung beberapa pekan lalu.

“Semalam wako datang ke sini hanya bagi-bagi masker. Yang kami harapkan selain bagi masker dia juga nanya harga dan mencari solusinya,” sebutnya.

Diharapkan seperti itu, karena menurutnya apabila harga cabai melambung tinggi seperti sekarang ini, maka pembeli berkurang. Otomatis barang dagangannya kurang laku, sehingga mengalami kerugian.

“Susah juga kalau seperti ini. Kalau hanya masker kami juga sudah punya,” tukasnya.

Saat pembagian masker, di Pasar Baru Tanjungpinang dan Bintan Center, Selasa (19/1/2021), Rahma mengatakan,
hal ini dilakukan salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 Kota Tanjungpinang, yang kian meningkat.

“Semoga ini bisa dimanfaatkan oleh padagang dan pengunjung untuk meningkatkan protokol kesehatan,” katanya, usai membagi masker di Pasar Baru Tanjungpinang. (zul)

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here