BATAM (HAKA) – Wali Kota Batam Amsakar Achmad, membeberkan strategi memperkuat kapasitas fiskal daerah pada Seminar Rembug Fiskal Komwil I APEKSI 2026.
​”Fiskal daerah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan, persampahan, maupun persoalan banjir,” ujar Amsakar.
​Pertumbuhan ekonomi Kota Batam mencapai 6,76 persen, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menyentuh angka Rp253,64 triliun pada 2025.
​Sektor industri pengolahan mendominasi perekonomian daerah, dengan memberikan kontribusi sebesar 57 persen dari total PDRB Batam.
​”Kita perlu memastikan pertumbuhan industri diikuti kesiapan tenaga kerja yang memiliki keterampilan,” jelasnya.
​Pemerintah memotori peningkatan PAD yang melonjak dari Rp975 miliar pada 2020 menjadi Rp2,253 triliun pada 2025.
​Realisasi PAD menyumbang 54,36 persen total pendapatan daerah serta mencapai Rp1,482 triliun hingga bulan Juli 2026.
​”Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan integrasi kebijakan dan pembiayaan antara Pemko Batam dan BP Batam,” tegas Amsakar.
​Pemko Batam menyalurkan hasil penguatan fiskal melalui pembagian seragam gratis, peningkatan UHC 98 persen, serta normalisasi drainase 33 kilometer.
​Amsakar mendorong penyederhanaan perizinan investasi agar investor memperoleh kepastian hukum dan kemudahan menjalankan bisnis di Batam. (fik)






