TANJUNGPINANG (HAKA) – Program Sekolah Rakyat tingkat Provinsi Kepri di Dompak, menerapkan sistem intervensi masif pada pendidikan anak dan ekonomi keluarga.
Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kepri Afitri Susanti menjelaskan, gubernur menginstruksikan keterlibatan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membantu orang tua siswa.
“Yakni, bantuan yang sejalan dengan kebutuhan ekonomi keluarga tersebut,” ujar Afitri kepada hariankepri.com, kemarin.
Afitri memaparkan, jika orang tua siswa berprofesi sebagai nelayan, maka Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) intervensi melalui bantuan alat tangkap.
Sementara itu, Dinas Koperasi UMKM dan Disperindag memberi bantuan modal atau peralatan usaha, bagi orang tua yang memiliki usaha kecil.
“Jadi saat kami mendidik anaknya di sekolah rakyat dengan sistem asrama, kami juga memperkuat ekonomi orang tuanya agar mandiri,” jelasnya.
Selain pemberdayaan ekonomi, Pemprov Kepri juga tengah menjajaki bantuan fisik untuk hunian keluarga siswa.
Pihaknya mengajukan usulan ke Kementerian Sosial untuk pembangunan Rumah Layak Huni (Rutilahu) bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat.
“Intervensi menyeluruh ini harapannya bisa mengangkat kesejahteraan keluarga dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” pungkasnya. (sih)





