TANJUNGPINANG (HAKA) – Program seragam gratis untuk siswa baru SMA/SMK dan SLBN di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali digulirkan pada September 2025. Namun, berbeda dengan tahun lalu, jumlah seragam yang diterima siswa mengalami pengurangan.
Jika pada tahun ajaran 2024/2025 setiap siswa baru mendapat dua stel seragam, yakni putih abu-abu dan pramuka, di tahun ajaran 2025/2026 ini, para siswa baru yang duduk di kelas X, hanya menerima satu stel seragam putih abu-abu.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kepri, Andi Agung mengungkapkan, pemangkasan jumlah seragam ini terpaksa dilakukan karena keterbatasan anggaran daerah.
“Kita sesuaikan dengan kondisi keuangan. Tahun ini memang banyak pengetatan,” ujarnya, kepada hariankepri.com, di Kota Tanjungpinang, kemarin.
Andi menjelaskan, total penerima seragam gratis tahun 2025 ini mencapai 39 ribu siswa dengan alokasi anggaran sebesar Rp9 miliar dari APBD Kepri 2025.
“Pengadaan seragam, itu dilaksanakan secara transparan, sesuai aturan. Tidak ada yang berani macam-macam,” tegasnya.
Meski program tetap berjalan, pengurangan jumlah seragam menuai kekecewaan dari sejumlah orang tua murid.
Doni, warga Jalan Ir Sutami, Kota Tanjungpinang, mengaku kecewa karena harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli tambahan seragam anaknya.
“Harapannya program ini bisa nutup kebutuhan seragam, tapi ternyata tidak sesuai harapan,” keluhnya, kepada hariankepri.com, Senin (25/8/2025).
Nada serupa disampaikan Andoko, warga Km 9 Tanjungpinang. Ia bahkan menyinggung janji politik Gubernur Ansar Ahmad saat kampanye Pilkada 2024 lalu.
“Pak Ansar pernah janji kalau terpilih lagi, anak-anak tetap dapat dua stel. Tapi nyatanya tahun ini dipotong,” ungkapnya.
Sebelumnya, program seragam gratis sempat diterpa isu akan dihapus pada 2025, menyusul terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Namun, Gubernur Ansar membantah kabar itu.
“Program ini tetap jalan. Tidak dihapus,” tegas Ansar, pada Maret lalu.
Program seragam gratis ini pertama kali dijalankan Pemprov Kepri pada 2024. Di tahun perdana pelaksanaanya, anggaran yang digelontorkan sebesar Rp16,5 miliar untuk 26.780 siswa. Saat itu, setiap siswa mendapat dua stel seragam.(kar)






Komentar ditutup.