BATAM (HAKA) – Kecamatan Bengkong memprioritaskan penanganan banjir, dalam Musrenbang pada Jumat (30/1/2026) lalu, dan ini menjadi perhatian utama warga.
Sekda Kota Batam Firmansyah menyebut, mayoritas usulan non-PSPK berfokus pada perbaikan infrastruktur pengendali air, di wilayah Bengkong.
“Kami harus memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat. Sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.
Rencana pembangunan meliputi peningkatan drainase di Bengkong Aljabar, serta pembangunan dinding penahan tebing di kawasan Bengkong Ratu.
Warga juga mengusulkan pembangunan batu miring, pada sejumlah lokasi perbatasan yang rawan mengalami bencana tanah longsor.
“Pemerintah wajib menetapkan skala prioritas. Kemampuan keuangan daerah saat ini masih memiliki keterbatasan,” tegas Sekda.
Ia mengatakan, total usulan seluruh kecamatan mencapai Rp12 triliun. Angka ini melampaui proyeksi APBD Batam yang hanya sebesar Rp4,2 triliun.
Kecamatan Bengkong mengajukan total 90 kegiatan pemberdayaan masyarakat. Usulan tersebut berasal dari empat kelurahan di wilayah itu.
“Kami berharap perbaikan sistem tahun ini membantu usulan tertunda masuk dalam prioritas pembangunan tahun 2027 mendatang,” pungkasnya. (sih)





