TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, angkat bicara terkait batalnya pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kepri pada 16 November 2025 lalu.
Ansar menyatakan, dinamika internal partai yang menjadi penyebab batalnya Musda itu merupakan hal wajar terjadi.
“Wajar saja kalau ada isu memanas, kita ini (Golkar, red) partai besar,” ujarnya, kepada hariankepri.com kemarin.
Mantan Ketua DPD Golkar Kepri ini menyebut, keputusan mengenai waktu pelaksanaan Musda selanjutnya berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Kita menunggu keputusan DPP. Nanti mereka yang membahas,” katanya.
Ansar juga mengakui, kondisi seperti ini bukan yang pertama kalinya terjadi dalam perjalanan Partai Golkar.
Menurutnya, partai telah beberapa kali mengalami dinamika internal saat menjelang pemilihan ketua.
“Kita sudah mengalami hal yang sama dalam tiga periode ini. Waktu memilih ketua pertama di Pekanbaru juga tidak lancar,” ungkapnya.
Terkait figur calon ketua Golkar Kepri ke depannya, Ansar mengaku tidak ingin berspekulasi.
“Biarkan saja calonnya bersaing, saya tidak bisa memperkirakan siapa yang menang,” lanjutnya.
Ia menyebut, siapapun calon ketua yang nantinya terpilih, harus bisa membawa Partai Golkar semakin baik.
“Harus bisa memberikan yang terbaik juga untuk masyarakat,” tutupnya. (rul)





