TANJUNGPINANG (HAKA) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kepri, mulai memusatkan pendidikan dan pelatihan bagi 30 anggota Paskibra, 6 Agustus 2026.
Sekretaris Kesbangpol Kepri, Aludin Andi, mengatakan seluruh biaya karantina dan pelatihan berasal dari APBD Provinsi Kepri.
“Pemusatan diklat mulai 6 Agustus dan berakhir pada 19 Agustus 2026,” ujarnya kepada hariankepri.com, kemarin.
Kesbangpol memilih 30 peserta dari tujuh kabupaten dan kota di Kepri. Kota Tanjungpinang mengirim peserta terbanyak.
Andi mengatakan, Kesbangpol menambah kuota Tanjungpinang dan Bintan, karena mempertimbangkan rentang kendali serta mobilitas peserta.
“Tanjungpinang menjadi ibu kota provinsi. Faktor rentang kendali membuat Tanjungpinang dan Bintan mendapat kuota lebih banyak,” katanya.
Menurut Andi, Kesbangpol juga mempertimbangkan efisiensi biaya perjalanan bagi peserta dari Natuna dan Kepulauan Anambas.
Kesbangpol menanggung biaya hotel, akomodasi, konsumsi, uang saku, serta perlengkapan pelatihan selama kegiatan berlangsung.
Peserta menerima seminar kit, tas, pakaian latihan, jaket, topi, dan pakaian dinas upacara lengkap.
Andi memastikan pemerintah tidak memberikan hadiah perjalanan luar daerah karena kebijakan efisiensi anggaran.
“Peserta hanya mengikuti wisata lokal ke Lagoi selama satu hari pada 18 Agustus sebelum kembali ke daerah masing-masing,” jelasnya.
Peserta tiba 6 Agustus, menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera 17 Agustus, lalu mengakhiri kegiatan pada 19 Agustus. (sih)






