TANJUNGPINANG (HAKA) – Kekayaan budaya Melayu di Kepri memiliki banyak talenta muda untuk menjaganya. Salah satu sosok yang kini tengah bersinar adalah Muhammad Alfathir Alkandri.
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMRAH ini membuktikan hal itu. Kecintaan pada budaya lokal membawa seseorang terbang ke kancah internasional.
Pemuda yang akrab disapa Alfa atau Fathir ini merupakan putra asli Tanjungpinang. Ia lahir dan besar di lingkungan Melayu sejak kecil.
Fathir memiliki kedekatan kuat dengan tradisi lokal, khususnya seni syair dan vokal. Bakatnya tumbuh berkat lingkungan yang mendukung talenta tersebut.
“Ketertarikan saya berkembang setelah aktif belajar bersyair dan tampil di berbagai kegiatan budaya,” ujarnya.
Bakat emasnya membawa Fathir mewakili Kepri di berbagai ajang bergengsi. Ia menjadi pembaca syair di Festival Melaka, Malaysia, pada tahun 2024.
Fathir juga tampil di Bintang Radio Nasional di Surabaya dan Kreativesia Nasional di Banjarbaru. Kedua ajang nasional tersebut berlangsung pada 2024.
Fathir mengisi soundtrack film “Mimpi Anak Pulau” tahun 2016. Ia juga terlibat dalam pemecahan rekor 3.000 Penari Zapin di Melaka.
Fathir meraih Juara 1 Dendang Syair Melayu se-Kepri tahun 2019. Ia juga menyabet gelar Juara 2 Talenta Kepri tahun 2025.
Fathir mengaku pernah merasakan pahitnya kegagalan. Momen itu terjadi saat ia pertama kali mengikuti lomba menyanyi di bangku sekolah dasar.
Pengalaman itu justru menjadi pemantik baginya untuk terus belajar. Ia memegang teguh prinsip bahwa kesuksesan lahir dari tindakan nyata serta doa.
“Tuhan dan orang tua adalah kunci keberhasilan. Ridho orang tua adalah ridho Tuhan. Sukses butuh aksi nyata dan kerja keras,” tegasnya.
Fathir berharap generasi muda Kepri terus bergerak maju mengembangkan potensi diri. Mereka harus tetap melangkah meskipun menghadapi rintangan di depan mata.
“Raihlah setiap kesempatan yang ada untuk mewujudkan mimpi,” pungkasnya. (sih)





