TANJUNGPINANG (HAKA) – Tren teknologi Artificial Intelligence (AI) kini mengubah peta kekayaan dunia. Industri ini mencetak banyak miliarder baru, dari kalangan anak muda.
Data Forbes mencatat ada 80 miliarder AI dunia. Total harta mereka mencapai Rp46.400 triliun. Sebanyak 45 orang di antaranya baru masuk daftar kaya tahun ini.
Fenomena ini menjadi bukti nyata kekuatan ekonomi digital. Anak muda di Kepulauan Riau (Kepri), bisa mengambil inspirasi dari geliat bisnis global ini.
Berikut daftar anak muda yang mendadak kaya raya dari bisnis AI:
Lucy Guo (31 Tahun)
Lucy mendirikan ScaleAI pada usia 21 tahun.
Perusahaan ini bergerak di bidang pelabelan data AI. Lucy mengantongi kekayaan senilai Rp20,8 triliun.
Leopold Aschenbrenner (24 Tahun)
Pemuda asal Jerman ini mengelola dana investasi AI bernama Situational Awareness LP.
Publik menjulukinya sebagai “Nostradamus AI”. Total kekayaannya kini menembus Rp4,8 triliun.
Brendan Foody, Adarsh Hiremath, dan Surya Midha (23 Tahun). Tiga kawan lama ini nekat putus kuliah.
Mereka lalu mendirikan startup perekrutan tenaga kerja berbasis AI bernama Mercor. Kini, masing-masing dari mereka mengantongi harta Rp35,2 triliun.
Steven Hao (30 Tahun)
Mantan insinyur ScaleAI ini mendirikan Cognition. Perusahaannya menciptakan Devin, yaitu agen AI yang mampu menulis kode pemrograman sendiri. Steven kini memiliki kekayaan Rp20,8 triliun.
Aravind Srinivas (32 Tahun)
Mantan peneliti Google ini mendirikan mesin pencari pintar bernama Perplexity.
Perusahaan tersebut sukses mengumpulkan dana segar dari para investor. Aravind kini menguasai harta Rp33,6 triliun.
Yuhuai Wu (31 Tahun)
Yuhuai ikut mendirikan xAI bersama Elon Musk. Kekayaannya melonjak tajam setelah SpaceX memborong saham perusahaan tersebut.
Perkembangan AI membuka peluang karier baru di dunia digital. Pemuda Kepri perlu menguasai keahlian teknologi ini agar mampu bersaing di era modern. (sha)






