TANJUNGPINANG (HAKA) – Selama festival Penyengat Heritage sejak 12 September 2025 lalu, para pedagang UMKM berhasil meraih pendapatan yang menggembirakan.
Menurut salah satu pedagang UMKM di sekitar Balai Kelurahan Pulau Penyengat, Yanti, bahwa selama dua hari sejak festival ini berlangsung, dirinya mampu menarik puluhan pembeli per harinya.
“Luar biasa ramai, ada sekitar 30 sampai 50 lebih pengunjung yang membeli dagangan saya,” ujar pedagang martabak telur ini, kepada hariankepri.com, Sabtu (13/9/2025) malam.
Ia menjelaskan, bahwa jumlah omzet bersih yang didapatkannya juga terbilang cukup lumayan, yakni sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per harinya.
“Biasanya kalau tidak ada festival ini, cuma puluhan ribu saja saya untungnya,” sebutnya.
Selain itu, pedagang minuman yang juga berada di sekitar Masjid Raya Sultan Riau, Santi, juga mengatakan hal serupa. Dirinya, mampu membungkus pesanan pelanggan sebanyak 80 gelas air dalam sehari.
“Biasanya 30 atau 50 gelas saja, lumayan ramai kalau ada festival seperti ini. Mungkin, pengaruh cuaca juga penting terhadap penjualan kami, kebetulan beberapa hari ini sering hujan jadi tidak terlalu ramai,” terangnya.
Santi berharap, agar pemerintah daerah dapat terus meningkatkan perekonomian masyarakat di Pulau Penyengat, melalui berbagai festival yang mampu mengundang pengunjung dari berbagai daerah.
“Kami di sini sangat bergantung dengan acara, pastinya akan sangat terbantu jika pemerintah terus memperkenalkan pulau kebanggaan kami ini kepada khalayak luas,” tutupnya (dim)





