TANJUNGPINANG (HAKA) – Ekonomi Provinsi Kepulauan Riau tumbuh 6,99 persen pada triwulan II 2026 secara year on year.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan capaian pembangunan daerah itu, saat peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Pemprov Kepri terus merealisasikan program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, di seluruh wilayah kepulauan.
“Kita mengisi kemerdekaan dengan cara percepatan pembangunan di segala lini,” tegas Ansar.
Ia menjelaskan, Pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 6,99 persen pada triwulan II 2026 secara year on year.
Capaian tersebut menempatkan Kepri pada peringkat pertama di Sumatera dan posisi ketiga secara nasional.
Indeks Pembangunan Manusia Kepri juga mencapai 80,53 poin pada 2025, sekaligus menjadi yang tertinggi di Sumatera.
Pemerintah daerah menekan angka kemiskinan menjadi 4,09 persen pada Maret 2026.
“Tingkat pengangguran terbuka juga turun menjadi 6,45 persen, pada Mei 2026,” sebutnya.
Realisasi investasi triwulan I 2026 mencapai Rp23,79 triliun dan menjadi yang tertinggi di wilayah Sumatera.
Ansar juga memaparkan pelaksanaan program unggulan Asta Cita di Kepri bersama instansi terkait.
Program Makan Bergizi Gratis telah menyasar 594.278 orang atau mencapai 87,47 persen di tujuh kabupaten/kota.
Penguatan perbatasan melalui sosialisasi kebangsaan berbasis sekolah telah menjangkau sekitar 15.000 pelajar.
Pemprov Kepri membangun fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih di Batam dan Natuna dari target 119 lokasi.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah menyelesaikan 87 bangunan dari target 407 unit koperasi.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis telah memberikan manfaat kepada 295.527 jiwa di Kepri.
Ansar mengapresiasi seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah yang terus bersinergi membangun daerah.
“Sinergi kuat ini mendorong Kepulauan Riau semakin maju sebagai benteng pertahanan dan ekonomi di perbatasan negara,” katanya. (sha)






