KEMATIAN LF, seorang perempuan muda asal Manado, di Hotel Tanjungpinang Jaya pada Agustus 2025 lalu, menyisakan kabut tebal yang melampaui sekadar urusan medis.
Di balik tembok hotel kelas melati yang mulai kusam itu, terkuak fakta, bahwa bangunan tersebut merupakan aset milik PT Bintan Inti Sukses, perusahaan daerah di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Bintan.
Namun, pengelolaan aset negara ini nyatanya tak selurus garis birokrasi, melainkan berkelindan dalam praktik sewa menyewa berlapis.
Sudin, sang pengelola hotel, mengaku menyewa gedung tersebut bukan langsung dari tangan BUMD Bintan, melainkan dari pihak ketiga.
Seperti apa cerita lengkap Sudin dan misteri kematian LF, baca ulasan lengkapnya DI SINI!.
Penulis : Masrun





