TANJUNGPINANG (HAKA) – Sekdaprov Kepri Misni, meminta Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PW ISMI) Kepri segera menjalankan program nyata untuk masyarakat.
Misni menyampaikan pesan itu, saat menghadiri pelantikan PW ISMI Kepri periode 2026–2030 di Gedung Daerah Kepri, Jumat (25/9/2026) malam.
Ia hadir mewakili Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam acara pelantikan oleh Ketua Umum PB ISMI Nizhamul.
Nizhamul melantik Basyauruddin Idris, sebagai Ketua PW ISMI Kepri berdasarkan SK PB ISMI Nomor 40/KPTS/IX/2026.
Misni menegaskan, kepengurusan baru perlu segera bergerak dengan program kerja yang jelas dan terukur.
“ISMI Kepri tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial saja,” tegas Misni.
Menurutnya, ISMI harus hadir di tengah masyarakat melalui program yang memberikan dampak langsung dan berkelanjutan.
“Organisasi ini harus hadir melalui program yang nyata, terukur, dan berdampak,” ujarnya.
Misni juga mendorong ISMI Kepri memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor penting agar program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Kepri berharap ISMI ikut memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan daerah selama periode kepengurusan empat tahun.
Kepengurusan PW ISMI Kepri periode 2026–2030 juga melibatkan sejumlah tokoh daerah, akademisi, dan pimpinan perguruan tinggi.
Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, Ketua DPRD Kepri, Sekdaprov Kepri, serta sejumlah rektor masuk dalam jajaran Dewan Pembina.
Sejumlah tokoh daerah mengisi Dewan Penasehat, antara lain Ansar Ahmad, Nurdin Basirun, Amsakar Achmad, Datuk Raja Al Hafiz, dan Huzrin Hood.
Nama lainnya yakni Yan Fitri, Iman Sutiawan, Sudirman Almun, Tengku Sayid Arif Fadhillah, Rizki Faisal, Rodial Huda, serta Luki Zaiman Prawira.
Dewan Pakar diisi sejumlah akademisi dan profesional dari berbagai bidang. Nama-nama seperti Hendri Kurniadi, Aris Fariandi, Suryadi, Hos Arie Rhamadhan, Endri Sanopaka, Ade Angga, Zulhendri, Safarilis, Eva Amalia, Nensi Lapotulo, Endri Joko Satrio, dan Heri Andrianto masuk dalam jajaran ini.
Sementara itu, Dewan Adat melibatkan para tokoh budaya Melayu. Mereka adalah Abdul Malik, Raja Suzana Fitri, Paridah, Zamzami A. Karim, Rumzi Samin, dan Muzahar.
Misni menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan berharap ISMI Kepri aktif berkontribusi bagi pembangunan daerah. (sha)




