BINTAN (HAKA) – UPTD Damkar Tanjunguban, ternyata belum memiliki armada mobil pemadam kebakaran sendiri hingga detik ini.
Kepala UPTD Damkar Tanjung Uban, Panyodi, mengandalkan satu unit armada pinjaman, milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
“Kami menggunakan mobil status pinjam pakai dari provinsi sejak tahun 2015 sampai sekarang,” ujarnya kepada hariankepri.com, kemarin.
Panyodi rutin melakukan servis berkala, agar kondisi mobil tua tersebut tetap terawat dan berfungsi dengan baik.
“Jika mobil itu rusak saat ada kebakaran, kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong warga,” keluhnya.
Saat ini, UPTD Tanjunguban hanya mengoperasikan tiga unit kendaraan operasional, untuk menangani keadaan darurat di lapangan.
“Kami memiliki satu mobil pemadam, satu tanki air, dan satu unit mobil komando saja,” jelas Panyodi.
Mobil tanki air hanya membantu pengisian ulang, karena cuma menggunakan mesin pompa air jenis Robin yang sederhana.
“Intinya, wilayah Tanjunguban belum memiliki mobil pemadam sendiri karena aset itu milik provinsi,” tambahnya.
Armada tua tersebut, bahkan sempat mengalami kerusakan mesin saat petugas memadamkan kebakaran ruko di wilayah Lobam.
“Mesin mobil tiba-tiba mengeluarkan asap dan pompa air berhenti berfungsi di lokasi kebakaran,” kenang Panyodi.
Beruntung, ia memastikan seluruh armada dalam kondisi aman tanpa kerusakan baru sepanjang awal tahun 2026 ini. (sih)





