Beranda Daerah Tanjungpinang

Minta Rp 100 Miliar, Dikasih Rp 200 Miliar. Berani?

0
Wako Lis Darmansyah menghadiri bimbingan teknis Walk In Assessment LPDB 2017, Kamis (162) di Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG (HAKA) – Direktur Utama LPDB-KUMKM Kementrian Koperasi dan UMKM RI, Dr Kemas Danial MM, “menantang” Provinsi Kepri (termasuk kabupaten dan kota di Kepri) berani meminta dana Rp 100 miliar ke kementerian itu untuk pinjaman usaha mikro kecil dan menengah. Jika berani minta Rp 100 miliar, Kepri justru akan diberi Rp 200 miliar. Tentunya dengan catatan.

“Saya tawarkan untuk Kepri, jika Kepri minta Rp 100 miliar, Rp 200 miliar akan kami cairkan. Yang penting komitmennya, untuk merealisasikan dan berhasil mengelola dana ini. Dinas terkait mengamankan dan bersinergi langsung dengan kementerian,” kata Dr Kemas Danial, di acara bimbingan teknis Walk In Assessment LPDB 2017, Kamis (16/2) di Tanjungpinang.

Dr Kemas Danial MM, mengatakan program walk in assessment LPDB 2017 bertujuan, untuk menjaring calon penerima dana bergulir di provinsi se-Indonesia. Dana ini akan digulirkan untuk 5.000 koperasi dan UKM di Indonesia dengan nilai sekitar Rp 8,1 triliun.

Untuk dana bergulir di Provinsi Kepri masih terbilang sangat kecil, tahun ini dana untuk kepri hanya sebesar Rp 21 miliar. Sementara di daerah lain sudah mencapai Rp 200 miliar.

“Tujuan utama dari program ini untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di setiap provinsi di Indonesia, khususnya provinsi yang memiliki penyerapan dana bergulir rendah “. katanya

Dikatakan Kemas, dana ini bunganya sangat kecil, seperti untuk ritel yaitu hanya 0,2 persen per bulan, yang perlu diingat dana ini bukanlah dana hibah tetapi dana dari APBN yang disubsidi dan digunakan untuk para pelaku UKM.

Untuk itu, gubernur, wali kota, bupati, dan dinas terkait untuk berkomitmen, jika dana ini tidak dikembalikan, akan ada punishment (sanksi) dan bisa bermasalah dengan hukum.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah SH, mengatakan potensi sektor ekonomi, Tanjungpinang memiliki potensi yang cukup baik. Hal itu dilihat hampir 60 persen ekonomi Tanjungpinang digerakkan dari sektor ekonomi menengah ke bawah.

Berkaitan dengan dana bergulir yang ditawarkan Kementrian Koperasi dan UKM, Lis menyambut baik. Sebab, dapat membantu masyarakat di sektor usaha kecil menengah. Apalagi, saat ini sudah ada produk UKM yang beredar hingga ke Singapura.

Karena itulah, jika UKM ini dibina dan kelola dengan baik, maka akan menghasilkan suatu prodak yang unggul. Lis yakin dan percaya, apabila ditindaklanjuti oleh dinas terkait di kabupaten/kota, UMKM pasti akan maju dan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah, khusunya Kota Tanjungpinang.

Acara itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, didampingi Asisten Administrasi, Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro, Kepala Bagian Perekonomian Setdako. (red/humas pemko)

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here