TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemprov Kepri, memberikan perhatian serius terhadap kondisi RSUD Kundur di Tanjung Batu, Kabupaten Karimun.
Rumah sakit tersebut, saat ini masih minim fasilitas alat kesehatan (alkes) dan tenaga medis.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Yosei Susanti menjelaskan, status Rumah Sakit Tipe D Pratama, menjadi kendala utama instansi tersebut sulit berkembang.
“Status Tipe D Pratama membuat mereka tidak berhak mengajukan maupun menerima kuota Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat,” ujarnya.
Sebagai solusi nyata, Pemprov Kepri mengucurkan bantuan hibah tahun ini untuk merehabilitasi ruang rawat inap di RSUD Tanjung Batu.
“Langkah ini bertujuan agar rumah sakit memenuhi syarat minimal 50 tempat tidur,” jelasnya.
Jika syarat beres, statusnya bisa naik menjadi Tipe D penuh, sehingga manajemen baru bisa menjemput anggaran DAK pusat.
Selain persoalan rumah sakit, Yosei menanggapi keluhan masyarakat terkait aset Ambulans Laut hibah di perairan Pulau Parit.
Warga mengeluhkan ambulan laut tersebut sudah lama tidak beroperasi melayani pasien.
Ia mengakui, biaya operasional ambulans laut, khususnya untuk bahan bakar minyak (BBM), sangat tinggi.
Hal tersebut menjadi beban berat bagi anggaran di tingkat kabupaten maupun kecamatan.
“Daerah kesulitan mengalokasikan biaya operasional harian yang tinggi. Jika membebankannya ke keluarga pasien, tentu memberatkan,” pungkasnya. (sih)





