29.1 C
Tanjung Pinang
Jumat, Februari 13, 2026
spot_img

Minim Alat Pemadam, Warga Penyengat Minta Fasilitas Hydrant

TANJUNGPINANG (HAKA) – Peristiwa kebakaran lahan seluas 1,5 hektar memicu kekhawatiran warga Pulau Penyengat.

Kebakaran yang terjadi saat Minggu (18/1/2026) malam itu, tidak menimbulkan korban jiwa.

Akan tetapi, bagi warga, kejadian ini menjadi alarm akan minimnya fasilitas proteksi kebakaran di pulau bersejarah tersebut.

Salah satu masyarakat Pulau Penyengat, Heri, mengharapkan pemerintah kota segera mengadakan sejumlah alat pemadam api.

“Selama saya bekerja di Pulau Penyengat selama 4 tahun terakhir, tidak ada melihat Alat Pemadam Api Ringan (APAR),” ujar seorang guru ini kepada hariankepri.com, kemarin.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan jaringan hydrant, hingga pembentukan posko siaga kebakaran.

“Kebakaran kali ini lokasinya tidak jauh dari Balai Adat Pulau Penyengat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Heri menilai, ketergantungan pada petugas damkar dari pusat kota (Mako SKB) memakan waktu yang cukup lama.

“Untuk ke Pulau Penyengat ini kalau pakai pompong bisa 15 menitan, jadi ada jeda waktu yang lumayan,” tuturnya.

Terlebih lagi, kata dia, jarak tempuh tim pemadam dari lokasi berjaga menuju dermaga Pelantar Kuning Penyengat yang lumayan jauh.

“Dari kantor Damkar ke pelantar itu sekitar 10 menit, sudah banyak waktu terbuang,” katanya.

Senada, Rizky, pemuda dari pulau itu, khawatir jika kebakaran terjadi di area pemukiman padat atau situs sejarah.

“Kami butuh alat yang siaga di sini agar api bisa langsung dijinakkan sebelum petugas dari Tanjungpinang sampai,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan beberapa poin utama untuk menangani kebakaran di Pulau Penyengat.

Beberapa poin itu meliputi pengadaan APAR di area pemukiman padat penduduk dan dekat lokasi cagar budaya.

“Buka juga saluran hydrant, mengingat sumber air sering menjadi kendala saat pemadaman di lahan terbuka,” tambahnya.

Baca Juga:  Gubernur Ansar Dampingi Mendagri Tutup Rakernas Apkasi

Sebelumnya, Kasi Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan DPKP Tanjungpinang, Dery Ambary, mengonfirmasi, api menghanguskan 1,5 hektar lahan akibat cuaca panas dan angin kencang.

“Setelah menerima laporan pukul 19.30 WIB, petugas langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 20.00 WIB,” ucapnya.

Proses pemadaman melibatkan Regu 1 Mako SKB Damkar Tanjungpinang dibantu Lurah, RT/RW, Bhabinkamtibmas, serta warga setempat.

“Api baru benar-benar padam sekitar pukul 22.00 WIB,” jelasnya. (dim)

Dimas Bona
Dimas Bona
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2023. Dalam kesehariannya, aktif melakukan peliputan dan penulisan berbagai peristiwa kriminal serta isu-isu daerah yang terjadi di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Anggota aktif Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang, yang menunjukkan komitmennya terhadap jurnalisme yang profesional dan independen.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru