TANJUNGPINANG (HAKA) – Kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepri menghadapi tantangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Kepala DP2KH Provinsi Kepri, Rika Azmi, mengeluhkan keterbatasan tenaga ahli gizi di sejumlah SPPG di Kepri.
“Permasalahan utama adalah keterbatasan tenaga ahli gizi di dapur SPPG,” ungkap Rika saat rapat evaluasi program MBG, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan peran ahli gizi sangat vital dalam menentukan takaran nutrisi siswa.
Tanpa pengawasan ahli, makanan berisiko tidak memenuhi standar kesehatan.
“Keberadaan ahli gizi sangat krusial untuk menjamin kualitas menu,” tegasnya.
Untuk itu, kata Rika, pemerintah meminta mitra pengelola segera melengkapi kebutuhan tenaga profesional itu, dan lebih proaktif dalam mengurus sertifikasi higienis dapur.
“Ini catatan penting yang harus segera kita benahi bersama,” tambahnya.
Kepala KPPG Wilayah Sumbar-Riau-Kepri, Syarti Widya, mendukung peningkatan standar kualitas tersebut.
Ia ingin memastikan anak-anak mendapatkan asupan terbaik untuk pertumbuhan mereka. “Harapan kami program ini memberikan dampak nyata bagi kualitas gizi,” harap Syarti. (sih)





