27.8 C
Tanjung Pinang
Jumat, Juli 17, 2026
spot_img

Miliki 46 Situs Cagar Budaya, Ansar Dorong Pelestarian Pulau Penyengat

TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan Pulau Penyengat memiliki peran penting dalam sejarah peradaban Melayu dan Bahasa Indonesia.

Ansar menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber program di salah satu televisi nasional bertajuk, “Pulau Penyengat Perkuat Identitas Budaya Melayu”, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Ansar, Pulau Penyengat pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga yang membentang hingga Johor, Pahang, dan Singapura.

“Dari pulau ini lahir banyak pemikiran yang menjadi fondasi kebudayaan Melayu dan perkembangan bahasa Indonesia,” katanya.

Ansar menjelaskan, masyarakat mengenal Penyengat sebagai Pulau Mas Kawin karena Sultan Mahmud Syah III menghadiahkannya kepada Engku Puteri Raja Hamidah.

Pulau Penyengat juga menyimpan sedikitnya 46 situs cagar budaya. Salah satunya Masjid Sultan Riau yang menggunakan putih telur sebagai perekat bangunan.

“Bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan Indonesia karena bersifat terbuka, mudah dipelajari, dan menjadi lingua franca,” ujarnya.

Ansar menyebut Pulau Penyengat juga melahirkan Pahlawan Nasional Raja Ali Haji, pengarang Gurindam Dua Belas dan Kitab Pengetahuan Bahasa.

Pemprov Kepri saat ini menyiapkan pembangunan Monumen Bahasa Nasional, di atas lahan seluas dua hektare sebagai bagian dari pelestarian sejarah.

Ansar berharap, pembangunan itu memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai destinasi sejarah nasional.

“Sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM di Kota Tanjungpinang,” tukasnya. (sih)

Baca Juga:  DPMPTSP Optimis Investasi Kepri 2026 Tembus Rp92 Triliun
Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru