PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri), sedang menuntaskan, proses pengisian Jabatan Tinggi Pratama (JPT), Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov).
Jabatan ini sudah beberapa bulan kosong. Adi Prihantara sekdaprov sebelumnya, pensiun dari struktural, dan memilih menjadi pejabat fungsional sebagai Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUP) Ahli Utama.
Luki Zaiman Prawira yang tercatat sebagai Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, dilantik Gubernur Ansar sebagai Penjabat Sekdaprov Kepri, hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Tugas utama Luki adalah menyukseskan pemilihan sekdaprov definitif. Tentu, juga mengamankan penyusunan APBD Tahun 2026 dari proses di legislatif, hingga realisasinya nanti.
Memasuki pekan ketiga Desember 2025, proses pemilihan calon Sekdaprov Kepri memasuki babak baru. Pembahasan tidak lagi pada siapa figur yang diinginkan Ansar.
Tapi, sudah pada tataran pelaksanaan seleksi fit and propertest. Jika tidak ada halangan, uji kelayakan dan kepatutan ini akan berlangsung, Senin (22/12/2025).
Logikanya, ketika sudah uji kelayakan, berarti figur calon Sekdaprov Kepri sudah ada. Bahkan bukan cuma satu, tapi ada tiga nama yang telah diusulkan dan melalui proses pertimbangan panjang Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Mereka adalah, Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD), Venni Meitaria Detiawati. Kemudian ada nama Kepala Dinas ESDM Kepri, Muhammad Darwin dan figur ketiga adalah Asisten III Setdaprov Kepri, Misni.
Tiga pejabat eselon II Pemprov Kepri ini, semuanya telah mendapat mandat dari Gubernur Ansar, untuk mengikuti tahapan, sebagai calon orang nomor satu di kalangan ASN Pemprov Kepri.
Dari sudut pandang karir kepegawaian, tiga PNS ini cukup mumpuni, dan terlihat mampu menjadi jangkar pemerintahan, yang tugas dan tanggungjawabnya tidak semudah menjadi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Yang pertama ada nama Venni. Meskipun hanya berperan di sektor keuangan, namun, jabatan strategis Venni sebagai bendahara Provinsi Kepri, tidak bisa dipandang sebelah mata.
Fiskal daerah, penyeimbangan arus kas, yang dampaknya pada pertumbuhan ekonomi di Kepri, adalah salah satu peran Venni di dalam pemerintahan Ansar Ahmad, sejak periode pertama.
Pejabat kedua adalah Muhammad Darwin. Tidak banyak terekspos, dan lebih memilih menuntaskan pekerjaan dalam cara-cara silent, merupakan sistem kerja yang cukup disenangi Ansar.
Darwin sendiri memulai karir di Pemprov Kepri dari bawah, hingga merangsek masuk pada tataran pejabat eselon II Pemprov Kepri, juga di periode Ansar Ahmad.
Calon ketiga adalah Misni. Perempuan yang satu ini adalah pejabat pemprov lintas generasi. Sudah banyak jabatan-jabatan strategis yang diemban Misni, dan menempatkan dirinya sebagai pejabat pemprov sarat pengalaman jabatan.
Penunjukkan Misni oleh Ansar, sebagai satu dari tiga calon Sekdaprov Kepri adalah langkah tepat. Meskipun, ada kelompok yang meragukan Misni akan kuat mengemban amanah sebagai Sekdaprov Kepri.
Kini, tiga SDM unggul di Pemprov Kepri ini akan beradu ketangkasan, kapabilitas serta integritas melalui seleksi JPT. Walaupun pada ujungnya, siapapun peraih nilai tertinggi, tetap keputusan akhir ada pada sang user.
Ansar juga lah yang nantinya menentukan, kepada siapa beban berat Sekdaprov Kepri diberikan. Sebab, jabatan ini bukan hanya jadi pelengkap administrasi pemerintahan. Sekda harus bisa jadi pejabat segala urusan.
Persoalan internal, eksternal, horizontal dan vertikal semua jadi tanggung jawab sekda. Untuk itu, pemilihan akhir Ansar Ahmad jadi penentu. Siapa pun yang paling hoki menjadi Sekdaprov Kepri, dialah penentu arah Pempov Kepri, minimal sampai tahun 2030 mendatang. (redaksi)




