AROMA rempah menyeruak tajam saat kaki melangkah masuk ke sebuah rumah di Jalan Sultan Machmud, Batu 3. Rumah ini bukan hunian biasa. Pemiliknya menamakan tempat ini Istana Kopi Sekanak Dapoer Melayoe.
Datok Teja Alhabs menyambut tamu dengan senyum ramah setiap hari. Selain sebagai pemilik, Ia merupakan sosok budayawan sekaligus Presiden Penyair Melayu di Kepulauan Riau. Datok Teja menjaga warisan kuliner Melayu melalui segelas kopi istimewa.
Berbeda dengan tempat lain, pengunjung tidak akan menemukan suasana kafe modern yang bising di sini. Sebaliknya, Istana Kopi Sekanak menawarkan konsep kearifan lokal yang sangat kuat. Aroma rempah langsung menusuk hidung saat tamu memasuki ruangan.
Dalam hal menu, Datok Teja menyebut menu andalannya sebagai “Kopinya Para Raja”. Ternyata, nama ini bukan sekadar strategi pemasaran untuk menarik pelanggan. Ia meracik kopi tersebut berdasarkan literatur sejarah Kerajaan Melayu masa silam.
Selanjutnya, penyajian kopi di tempat ini memiliki aturan yang unik dan baku. Pelanggan harus memesan kopi dalam satu paket lengkap. Menurutnya, satu paket kopi mencerminkan penghormatan kepada tradisi leluhur.
​”Pesan kopi di sini harus satu paket,” ujar Datok Teja sambil menunjuk hidangan di atas meja kayu.
Kemudian, di atas meja, pelayan akan menghidangkan dua gelas kopi hitam. Selain itu, terdapat pula secangkir air seri delima yang berwarna merah. Tak lupa, segelas air akar tunggal mendampingi rangkaian minuman tersebut.
Secara khusus, air akar tunggal mengandung kayu secancang laut dan secancang darat. Konon, ramuan ini konon memberikan kekuatan fisik bagi siapa saja yang meminumnya. Seperti halnya, para raja dahulu mengonsumsi ramuan ini untuk menjaga stamina tubuh.
Bukan hanya itu, Datok Teja juga menyediakan kue batang buruk sebagai teman minum kopi. Kayu manis dan sendok kecil melengkapi tata letak hidangan di atas meja. Maka dari itu, setiap elemen di meja memiliki fungsi dan makna filosofis tersendiri.

Akibat keunikannya, wisatawan sering merasa takjub dengan ritual minum kopi di Istana Sekanak. Mereka tidak hanya sekadar meminum cairan hitam pekat yang pahit. Para tamu sedang menikmati sejarah panjang Kerajaan Riau Lingga.
Memang benar bahwa, Kepulauan Riau memang sangat kental dengan akar budaya Melayu yang kuat. Apalagi, Kerajaan Riau Lingga pernah berjaya selama 120 tahun di tanah ini. Sehingga, Lingga menjadi pusat pemerintahan dan cikal bakal adat istiadat Melayu.
Namun, warisan kerajaan tersebut tidak hanya berupa bangunan fisik atau benteng. Sebab, kekayaan kuliner dan minuman herbal juga menjadi bagian penting dari sejarah. Oleh karena itu, Datok Teja berhasil menggali kembali resep yang sempat tersembunyi itu.
Dalam prosesnya, Ia melakukan diskusi intens dengan banyak pakar sejarah dan sastrawan. Bahkan, tokoh besar seperti Hasan Junus dan Rida K Liamsi turut memberikan masukan. Hasilnya, kolaborasi ini melahirkan formula kopi yang sangat berkhasiat tinggi.
Datok Teja mulai mendirikan Dapur Melayu pada Juni tahun 1999. Awalnya, tempat ini menjadi pusat oleh-oleh khas Melayu. Ia ingin masyarakat Tanjungpinang mencintai produk kuliner asli daerahnya sendiri.
Eksperimen terhadap Kopi Sekanak baru ia mulai pada tahun 2012. Sejak saat itu, popularitas Kopi Sekanak terus meningkat di kalangan penggiat kopi. Banyak pejabat hingga turis mancanegara datang untuk mencicipi khasiatnya.
Kopi Sekanak memberikan efek hangat yang meresap langsung ke seluruh tubuh. Kandungan rempah-rempah di dalamnya membantu melancarkan peredaran darah manusia. Oleh karena itu, minuman ini sangat cocok bagi mereka yang sering merasa cepat lelah.

Datok Teja sering menjelaskan sejarah setiap ramuan kepada para pelanggan. Ia ingin setiap tamu pulang membawa pengetahuan tentang budaya Melayu. Kedai kopi ini berfungsi sebagai laboratorium budaya sekaligus tempat bersantai.
Masyarakat Kepulauan Riau patut bangga memiliki warisan kuliner seperti ini. Pelestarian budaya melalui media kopi terbukti sangat efektif bagi generasi muda. Anak muda kini mulai mengenal tradisi raja-raja melalui hobi minum kopi.
Istana Kopi Sekanak juga menjadi ruang diskusi bagi para seniman dan budayawan. Mereka sering bertukar ide sambil menyeruput kopi berkhasiat tinggi ini. Suasana kekeluargaan di kedai ini sangat terasa setiap harinya.
Kehadiran kedai ini memperkaya khazanah wisata kuliner di Kota Tanjungpinang. Pemerintah daerah sering merekomendasikan tempat ini kepada tamu-tamu negara. Kopi Sekanak telah menjadi ikon baru dalam industri pariwisata Kepulauan Riau.
Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Tanjungpinang, sempatkanlah mampir ke sini. Rasakanlah sensasi menjadi raja dalam sehari melalui segelas Kopi Sekanak. Kesehatan Anda terjaga, wawasan budaya Anda pun bertambah luas. (argapermadi)





