Beranda Daerah Bintan

Mengacu Panduan WHO, BRC Lagoi Ubah Tata Kelola Penanganan Wisatawan

0
Pengukuran suhu tubuh wisatawan salah satu cara yang akan digunakan untuk wisatawan di Lagoi-f/istimewa-Kadin Bintan

TANJUNGPINANG (HAKA) – Managemen Bintan Resort Cakrawala (BRC) dan pelaku usaha pariwisata Kepri, mengadakan Webinar Zoom Meeting.

Pada pertemuan tersebut turut dihadiri oleh, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, Ketua Komisi II DPRD Kepri Ing Iskandarsyah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bintan Wan Rudi, Fengky Fesinto Ketua Komisi 2 DPRD Kota Tanjungpinang dan ketua asosiasi Pariwisata seperti Kadin Bintan, ASITA, ASPPI, Aspabri.

Dalam pertemuan itu, pihak BRC selaku pengelola kawasan pariwisata terpadu di Lagoi, memaparkan tentang rancangan tata kelola penanganan wisatawan, dengan mengacu pada panduan WHO.

Penanganan meliputi kapal feri, di pintu masuk pelabuhan, sarana transportasi, destinasi wisata dan juga pengelola resort resort yang ada di Lagoi.

Abdul Wahab selaku Group General Manager BRC mengatakan, webinar atau zoom meeting ini, sangat bermanfaat bagi mereka untuk menyempurnakan beberapa langkah-langkah dalam penanganan dan pengelolaan kepariwisataan khususnya di kawasan Bintan Resort.

“Saya berjanji akan terus meningkatkan peran serta masyarakat dan pengusaha lokal untuk bersama-sama memajukan pariwisata di Kepulauan Riau,” ungkapnya.

Selama ini, kata dia, Bintan Resort tidak memiliki bahan jadi untuk dikonsumsi di resort-resort namun menggunakan pelaku usaha lokal sebagai supplier.

“Kita akan terus mengutamakan kolaborasi bersama untuk memajukan ekonomi Kabupaten Bintan dan Kepulauan Riau,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Bintan Edi Surbakti menyambut positif, dan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh BRC bahwa Industri Pariwisata harus didorong se-optimal mungkin, untuk digerakkan agar mampu memberikan dampak ekonomi bagi Kabupaten Bintan dan Kepri.

Edi juga berpesan, bahwa upaya yang dilakukan nantinya harus memperhatikan protokol kesehatan baik bagi para wisatawan, pekerja maupun masyarakat sekitar.

“Pariwisata adalah penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Bintan, untuk itu kita harus benar-benar dorong dan dukung upaya-upaya untuk kembali membangkitkan pariwisata di Bintan khusus nya,” ujarnya.

Sementara itu, Sapril Sembiring salah satu Pelaku Pariwisata di Tanjungpinang yang juga ketua ASITA Tanjungpinang Bintan juga menyambut baik langkah ini.

Ia mendukung agar aktivitas pariwisata kembali di buka, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara dengan penanganan sesuai prosedur kesehatan.

“Ekonomi harus digerakkan namun dengan tidak mengabaikan aspek-aspek kesehatan. Saya minta agar pihak pemerintah daerah segera menyusun roadmap langkah-langkah persiapan menuju new normal pariwisata Kepri,” tukasnya.(zul/rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here