TANJUNGPINANG (HAKA) – Puskesmas menjadi pintu awal mendeteksi kekerasan terhadap anak. Tenaga kesehatan mencermati pola luka, cerita kejadian, serta perilaku anak dan pendamping.
Namun, minimnya laporan membuat banyak kasus luput dari layanan kesehatan. Stigma, ketakutan, dan kedekatan pelaku dengan korban memperumit pengungkapan.
Puskesmas, rumah sakit, dan UPTD PPA membangun sistem penanganan berjenjang. Kerahasiaan identitas korban menjadi kunci agar anak mendapat perlindungan tanpa trauma tambahan.
Seperti apa pihak Puskesmas menangani persoalan anak yang menjadi korban kekerasan, baca selengkapnya DI SINI.
Penulis : Masrun






