JAKARTA (HAKA) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah agar lebih kreatif.
Ia menekankan supaya pemerintah daerah (Pemda) tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kepala daerah harus punya kreativitas. Jangan cuma kerja rutin dan menghabiskan APBD saja,” ujar Tito, kemarin.
Mantan Kapolri ini mendorong Pemda, untuk menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, kreativitas ini sangat penting agar Pemda tidak memberatkan rakyat di tengah kebutuhan anggaran yang terus meningkat.
Salah satu fokus utamanya adalah pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Tito menyarankan agar Pemda melakukan efisiensi pada belanja rutin yang tidak mendesak.
“Lakukan efisiensi pada biaya rapat, makan minum, hingga pemeliharaan rutin. Hasil efisiensi itu bisa menutup biaya PPPK,” jelasnya.
Selain efisiensi, Tito meminta kepala daerah mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Pemda juga harus menghidupkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta dunia usaha di wilayah masing-masing.
Langkah ini bertujuan meningkatkan setoran pajak daerah, seperti pajak restoran. Jika sistem penarikan pajak berjalan maksimal, maka PAD akan meningkat secara signifikan.
“Kalau cuma menghabiskan APBD, semua orang juga bisa. Tapi inti kepemimpinan daerah adalah mencari sumber pendapatan baru,” tegasnya.
Kemendagri akan terus memantau kemampuan fiskal daerah. Pemerintah pusat memberikan waktu kepada daerah untuk menyesuaikan anggaran hingga akhir tahun 2026 mendatang. (dim)





