29.4 C
Tanjung Pinang
Sabtu, April 18, 2026
spot_img

Menanti Keajaiban Hujan di Tengah Kegagalan Manajemen Air

KRISIS air dan kekeringan kini melanda Pulau Bintan, dengan dampak yang kian mencekik napas kehidupan masyarakat setiap hari.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan PDAM (Perumda, red) Tirta Kepri, seolah kehilangan langkah taktis, dalam merumuskan solusi jangka pendek yang konkret bagi warga.

Setali tiga uang, Pemkab Bintan pun tampak belum memiliki skema penanganan darurat yang benar-benar terukur dan sistematis.

Demikian pula Pemko Tanjungpinang, hanya mengandalkan bantuan distribusi air melalui tangki mobil yang jumlahnya sangat terbatas.

Ironisnya, ketiga otoritas daerah ini belum juga menelurkan blue print strategis, untuk menjamin ketersediaan air bersih rakyat.

Padahal, masyarakat membutuhkan rencana cadangan yang matang, daripada sekadar menunggu hujan turun membasahi waduk yang mengering.

Selain itu, imbauan melakukan salat Istisqo menjadi cermin kepasrahan total, tanpa diiringi upaya teknis yang lebih maksimal.

Memang benar doa sangat penting, namun rakyat juga mendamba kebijakan teknokratis, yang mampu mengatasi dahaga di kemarau ini.

Tentu saja keterbatasan sumber air merupakan tantangan alam, tetapi pengelolaan manajemen air tetap menjadi tanggung jawab pemerintah.

Sayangnya, koordinasi antarwilayah di Pulau Bintan masih terasa sangat minim, sehingga penanganan krisis berjalan di tempat saja.

Bahkan, potensi sumur bor dalam atau optimalisasi embung kecil luput dari perhatian serius para pemegang kebijakan daerah.

Rakyat terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan yang cukup besar, demi mendapatkan beberapa galon air bersih setiap harinya.

Kini, warga mulai mempertanyakan kehadiran negara di tengah kesulitan yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa kepastian ini.

Oleh karena itu, segeralah susun rencana aksi yang logis, agar Pulau Bintan tidak terjebak dalam kiamat air berkepanjangan.

Perlu ada, sinergi antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota yang menjadi kunci utama untuk menyelamatkan hajat hidup orang banyak di Bintan.***

Baca Juga:  Paripurna LKPj 2025: Ekonomi Bintan Tumbuh 6,43 Persen

Taufik
Pemred hariankepri.com

Taufik A Habu, S.Psi.
Taufik A Habu, S.Psi.
Lahir di Gorontalo 31 Januari 1982, menamatkan pendidikan Sarjana Psikologi pada tahun 2008 di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, kini menjabat sebagai Pemimpin Redaksi hariankepri.com. Dua kali meraih nominator Dahlan Iskan Award dan RDK Award di tahun 2011, 2012 dan 2013.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru

' '