MUSIM kekeringan ekstrem, kini melanda Kabupaten Bintan, dan mencekik kehidupan warga yang sangat membutuhkan air bersih setiap hari.
Masyarakat mulai menjerit, karena sumur mereka mengering total, akibat kemarau panjang yang melanda wilayah ini sejak dua bulan terakhir.
Sayangnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan seolah menutup mata, dan membiarkan warga berjuang sendirian melawan krisis air yang semakin parah.
Kita tidak melihat langkah nyata dari dinas terkait, untuk mengatasi bencana yang selalu berulang setiap tahun di Bintan.
Hanya Palang Merah Indonesia (PMI) Bintan, yang bergerak lincah menyalurkan bantuan air bersih, langsung ke rumah-rumah penduduk yang membutuhkan.
Relawan PMI menguras tenaga dan sumber daya, demi memastikan setiap keluarga mendapatkan setetes air untuk bertahan hidup sehari-hari.
Ironisnya, Pemkab Bintan justru tampak absen dan tidak mengambil peran koordinasi yang kuat dalam penanggulangan bencana kekeringan ini.
Pemerintah daerah seharusnya memimpin orkestrasi bantuan, agar distribusi air menjangkau seluruh pelosok desa yang terpapar dampak kekeringan ekstrem.
Ketiadaan koordinasi yang baik mencerminkan buruknya manajemen krisis, pada level pemegang kebijakan tertinggi di Kabupaten Bintan saat ini.
Program penanggulangan bencana kekeringan terkesan berjalan tanpa arah, dan tanpa komando yang jelas dari pihak pemerintah kabupaten.
Publik layak mempertanyakan anggaran mitigasi bencana, yang seharusnya tersedia untuk mengantisipasi krisis air bersih di musim kemarau seperti.
Jangan sampai pemerintah hanya menjadi penonton, saat lembaga sosial seperti PMI bekerja keras memenuhi kewajiban yang sebenarnya milik daerah.
Pemkab Bintan harus segera bangun dari tidur panjangnya, dan segera mengoordinir bantuan air bersih secara masif serta terstruktur.
Rakyat membutuhkan solusi konkret dan kepedulian nyata, bukan sekadar janji-janji manis saat masa kampanye atau seremonial belaka di kantor.
Krisis air ini merupakan ujian integritas bagi pemerintah, untuk membuktikan keberpihakan mereka kepada keselamatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Bintan.
Taufik A Habu
Pemimpin Redaksi





