TANJUNGPINANG (HAKA) – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyoroti angka perceraian di Indonesia yang tetap menjadi persoalan serius.
Ia mencatat tren perpisahan pasangan suami istri sepanjang tahun 2025 masih tergolong tinggi.
“Kami berharap angka perceraian mengalami penurunan pada tahun 2026 ini,” ujarnya kepada hariankepri.com, Rabu (14/1/2026).
Nasaruddin memaparkan, bahwa hampir 25 hingga 30 persen dari 2,2 juta pasangan Muslim yang menikah setiap tahun memilih bercerai.
Tren ini mayoritas menimpa usia pernikahan di bawah lima tahun, yang berdampak buruk bagi istri dan anak-anak.
Mantan Imam Besar Istiqlal ini menilai, perceraian memicu masalah sosial dan ekonomi yang luas.
Keretakan rumah tangga berpotensi melahirkan kenakalan remaja, praktik perselingkuhan, hingga tekanan ekonomi yang memicu kemiskinan baru.
Guna menekan angka tersebut, Menag mengandalkan peran Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4).
Lembaga yang baru saja memulai masa tugasnya ini memikul tanggung jawab besar dalam menjaga ketahanan keluarga.
“BP4 akan mendampingi pasangan agar mereka mempertimbangkan kembali keputusan cerai demi masa depan anak-anak,” jelasnya.
Ia menegaskan, fondasi rumah tangga yang kokoh merupakan syarat mutlak untuk membangun bangsa yang besar.
“Ketahanan keluarga dan penguatan iman menjadi kunci utama guna menjamin keutuhan domestik serta masa depan negara,” tukasnya. (dan)





