TANJUNGPINANG (HAKA) – Masyarakat ikut mempertanyakan nilai pengeluaran anggaran perbaikan satu titik di Jalan Pelantar 2, yang dikabarkan mencapai Rp 4,5 miliar.
Menurut Mike, salah satu warga yang tiap hari beraktivitas di Jalan Pelantar 2, bahwa titik yang rusak di area tersebut terbilang tidak terlalu besar, namun nilai anggaran yang dikucurkan pemerintah terlalu fantastis.
“Ngeri sekali anggaran yang dikeluarkan. Saya dengar sampai Rp 4 miliar lebih. Padahal, bagian yang rusak tidak terlalu besar,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Jumat (5/9/2025).
Dia juga mengkhawatirkan, bahwa jumlah anggaran yang dikeluarkan untuk perbaikan jalan tersebut akan tidak sesuai peruntukkannya.
“Saya kira anggaran sebesar itu bisa untuk pembangunan yang lain,” tuturnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas PUPRP Kepri, Suji Hartanto membantah, bahwa anggaran Rp4,5 miliar hanya untuk satu titik di Pelantar 2. Tapi, anggaran itu termasuk di dalamnya untuk revitalisasi struktur penyangga di Pelantar 2 hingga ke pelabuhan bongkar muat.
“Pekerjaan yang dilakukan mencakup penggantian seluruh beton penyangga dan perbaikan jalan, termasuk titik yang sempat amblas,” jelas Suji, kepada hariankepri.com, Jumat (5/9/2025).
Selama proses revitalisasi berjalan, seluruh aktivitas bongkar muat di Pelantar 2 dialihkan ke Pelantar 1. “Kita doakan pekerjaan bisa selesai sesuai target,” ujarnya.
Menurut Suji, proyek ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat infrastruktur, tapi juga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat setempat.
“Pelantar 2 harus kembali kokoh dan layak digunakan agar aktivitas perdagangan bisa lancar serta memberi dampak positif bagi warga,” tambahnya.
Ia juga menegaskan, perbaikan mendesak dilakukan karena beton penyangga di kawasan tersebut sudah berusia tua dan tidak lagi kokoh.
“Harapan kita, revitalisasi ini mampu menghadirkan pelabuhan yang lebih aman, nyaman, dan menopang aktivitas ekonomi Tanjungpinang,” tukasnya. (adv)





