28.8 C
Tanjung Pinang
Sabtu, September 12, 2026
spot_img

Media Lokal Hadapi Disrupsi, Kolaborasi Jadi Kunci

MAKASSAR (HAKA) – Perubahan lanskap media berlangsung cepat seiring pergeseran perilaku pembaca, platform distribusi, dan meningkatnya biaya operasional redaksi.

Kondisi tersebut mendorong media lokal beradaptasi untuk menjaga keberlangsungan jurnalisme sekaligus bisnis media.

Pemimpin Redaksi suara.com, Suwarjono, mengatakan industri media menghadapi tantangan berat dalam beberapa tahun ke depan.

Menurutnya, kolaborasi antarorganisasi media menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan menghadapi perubahan ekosistem.

“Tantangan ke depan itu akan sangat berat. Makanya semua organisasi media yang sedang menghadapi isu sama yang berat ini kita ajak kolaborasi,” kata Suwarjono.

Ia mengatakan perubahan terjadi pada teknologi, karakteristik pembaca, platform distribusi, hingga pola konsumsi konten.

“Perubahan saat ini cepat sekali. Pembaca, platform, teknologi, dan kontennya juga berubah. Kita mau tidak mau all out,” ujarnya.

Meski menghadapi disrupsi, Suwarjono menegaskan jurnalisme tetap menjadi prinsip utama yang harus dijaga media.

Namun, model bisnis konvensional semakin sulit menopang kebutuhan operasional redaksi karena biaya produksi berita terus meningkat.

“Dulu jurnalisme menghidupi dan membiayai redaksi atau operasional. Sekarang mahal,” jelasnya.

Menurut Suwarjono, pendapatan iklan konvensional kini tidak lagi mencukupi biaya produksi dan operasional media.

Ia juga menyoroti kemandirian finansial sebagai pekerjaan rumah terbesar media lokal, terutama di tingkat daerah.

Suwarjono menyebut, ketergantungan media daerah terhadap anggaran pemerintah masih tinggi dan mencapai 90 persen.

Kondisi tersebut menjadi rentan ketika pemerintah menerapkan efisiensi anggaran yang berdampak pada belanja publikasi media.

“Jadi siap-siap saja mungkin beberapa daerah tak ada anggaran untuk media lagi. Tahun ini sudah kecil dan tahun depan kemungkinan tidak ada lagi,” tegasnya.

Rangkul Platform dan Diversifikasi Pendapatan

Suwarjono mengatakan perubahan algoritma turut menekan trafik media melalui platform website.

Sebaliknya, media sosial terus berkembang, terutama di kalangan Gen Z yang memilih Instagram atau TikTok untuk mengonsumsi informasi.

Baca Juga:  Panen di Bintan, Wagub Kepri Sentil Masalah Anjloknya Harga

Ia mendorong media lokal memanfaatkan platform digital untuk distribusi, akuisisi audiens, dan pembangunan komunitas.

Selain itu, media perlu melakukan diversifikasi pendapatan agar tidak bergantung pada satu sumber pemasukan.

Suwarjono mendorong setiap media memiliki tiga hingga empat sumber pendapatan dari lini bisnis berbeda.

Menurutnya, strategi tersebut dapat menjaga operasional ketika salah satu sumber pendapatan mengalami penurunan.

Ia menilai kekuatan utama media lokal terletak pada kedekatan dengan isu, tokoh, komunitas, dan budaya setempat.

Media lokal juga perlu menghindari produksi konten seragam yang hanya mendorong persaingan kecepatan dan jumlah publikasi.

“Media lokal harus menjadi official storyteller of the region,” papar Suwarjono.

AI dan Niche Jadi Strategi Media Lokal

Pengelola media lokal mulai melihat teknologi sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan industri.

Pengelola Info Sulawesi, Toto Sudarmongi, menilai pemanfaatan AI dapat membantu redaksi mengolah informasi secara lebih efisien.

“Melalui Local Media Summit, saya semakin memahami bagaimana memodifikasi dan mengembangkan berita dengan bantuan teknologi, terutama NotebookLM,” ungkap Toto.

Menurutnya, penguasaan teknologi dan pemahaman karakter audiens membuka peluang kolaborasi lebih luas.

Pengelolaan konten spesifik dan berbasis komunitas juga dapat memperkuat hubungan media dengan pembacanya.

Sementara itu, pengelola Info Kota Makassar, Ibnu Munsir, menilai media perlu menentukan sasaran audiens secara lebih spesifik.

“Dari diskusi ini saya belajar bahwa penting menentukan sasaran audiens. Kalau kita tahu siapa pembacanya, kita bisa membuat konten lebih tepat,” katanya. (sha)

Pasha Azzikra
Pasha Azzikra
Jurnalis Hariankepri.com sejak tahun 2024. Aktif menulis isu-isu sosial dan masyarakat baik lokal dan nasional.
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru