TANJUNGPINANG (HAKA) – Plt Kepala SMKN 2 Tanjungpinang, Ramot membenarkan, bahwa pasokan Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti untuk sekolahnya.
Ia menyebut, terakhir sekolahnya menerima MBG pada Selasa (9/6/2026). Pihak sekolah juga sudah mendapatkan surat pemberitahuan resmi.
“Bahwa MBG berhenti sampai waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.
​Ramot menjelaskan, penghentian pasokan makanan ini berlaku hingga batas waktu tertentu yang belum bisa pihak pengelola tentukan.
​Ramot mendapat informasi tersebut langsung dari unit Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Jalan Pramuka yang menyuplai sekolahnya selama ini.
​Dalam surat pemberitahuannya, pihak SPPG menyatakan, bahwa penundaan suplai terjadi karena ada masalah di internal mereka.
​Mengantisipasi hal itu, pihak SMKN 2 Tanjungpinang bergerak cepat dengan meneruskan surat edaran kepada para wali siswa.
“​Wali kelas menyebarkan informasi dari SPPG ke grup-grup komunikasi orang tua, siswa agar mereka bisa mempersiapkan kebutuhan konsumsi anak,” ungkapnya.
​Ramot menyarankan para orang tua bisa mempersiapkan bekal sendiri, untuk anak-anaknya dari rumah masing-masing selama penghentian sementara ini.
​”Siswa aktif yang terdaftar sebagai penerima MB di SMKN 2 Tanjungpinang sekitar 750 anak,” jelasnya.
​Ramot menambahkan jumlah penerima mencapai sekitar 800 orang lebih jika digabung dengan guru dan staf pengajar di sekolah.
​Menurut Ramot, seluruh warga sekolah memberikan respon sangat baik dan penuh antusias di dalam kelas selama program ini berjalan. (sih)





