Oleh:
Raja Dani Saragi
Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum UMRAH
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan kurang lebih 19 bulan. Pemerintah juga terus menyampaikan komitmen, untuk memperluas dan melakukan pemerataan pelaksanaan program ini di berbagai daerah di Indonesia.
Namun, di lapangan, kenyataannya masih ditemukan sejumlah wilayah yang belum sepenuhnya merasakan manfaat program tersebut.
Salah satunya adalah Desa Sebong Lagoi, Kabupaten Bintan. Di tengah berjalannya program MBG, masih terdapat sekolah yang belum mendapatkan layanan tersebut.
Berdasarkan informasi yang saya peroleh selama berada di lapangan, SDN 003 dan SDN 010 Teluk Sebong, hingga saat ini belum mendapatkan layanan MBG sebagaimana yang diharapkan.
Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan. Jika program MBG telah berjalan dalam waktu yang cukup panjang dan pemerataan terus digaungkan, mengapa masih ada siswa yang belum mendapatkan layanan tersebut?
Apakah persoalannya terletak pada pendataan, distribusi, kesiapan pelaksana, atau ada kendala lain yang belum terselesaikan?
Sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di Desa Sebong Lagoi, saya secara pribadi merasa miris melihat kondisi tersebut.
Program yang seharusnya hadir untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan mendukung proses pendidikan justru belum dirasakan secara merata oleh seluruh siswa.
Terlebih lagi, berdasarkan informasi dari warga sekitar, sebelumnya sudah ada pihak yang datang dan melakukan peninjauan terkait pelaksanaan MBG di wilayah tersebut.
Namun, hingga saat ini, belum terlihat perkembangan yang signifikan terhadap sekolah-sekolah yang belum mendapatkan layanan MBG.
Tentu, kondisi ini tidak semestinya berhenti hanya pada kunjungan atau pendataan. Jika memang terdapat kendala, masyarakat berhak mendapatkan kejelasan mengenai apa yang menjadi hambatan dan bagaimana langkah penyelesaiannya.
Sebab, semakin lama program berjalan, semakin besar pula harapan masyarakat agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan.
Pertanyaan sederhananya, kapan siswa-siswa yang hingga saat ini belum mendapatkan layanan tersebut dapat merasakan manfaat yang sama?
Saya menyampaikan ini bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi yang saya lihat secara langsung selama berada di Desa Sebong Lagoi.
Program sebesar MBG tentu membutuhkan pengawasan dan evaluasi agar tujuan yang ingin dicapai tidak hanya terlihat dalam angka dan laporan, tetapi benar-benar dirasakan oleh anak-anak yang berada di sini.
Sebab, pemerataan bukan hanya tentang program yang sudah berjalan di banyak tempat, tetapi tentang memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dari manfaatnya. ***






