WAJAH kusam industri perhotelan di Tanjungpinang, terekam jelas di lobi Hotel Tanjungpinang Jaya. Sepanjang tahun 2025, tamu yang datang bisa terhitung jari. Begitu pun di tahun-tahun sebelumnya.
Di Jalan Pos dan Jalan Bintan, hotel-hotel legendaris yang telah tegak puluhan tahun, kini lebih sering menyapa barisan kursi kosong, ketimbang pelancong yang membawa koper.
Strategi bertahan pun mulai bergeser ke arah yang tak lazim. Demi menutup biaya operasional yang mencekik, sejumlah pengelola hotel melati kini banting setir menawarkan tarif jangka panjang, mingguan hingga bulanan.
Kamar-kamar ini berubah fungsi menjadi hunian murah yang “ramah” bagi siapa saja, tanpa peduli latar belakang profesinya.
Simak tulisan lengkap, penyebab hotel-hotel kelas melati di Tanjungpinang kian merosot dan nyaris tutup, DI SINI!.
Penulis : Dimas





