Beranda Headline

Maret 2021 Diresmikan Ansar, Sekarang Labuh Jangkar Mulai Menghasilkan PAD

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat soft launching pungutan retribusi labuh jangkar di Jembatan 6, Pulau Galang, Kota Batam, Rabu (3/3/2021) lalu-f/istimewa-humprohub kepri

TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengklaim, Pemprov Kepri sudah berhasil mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor labuh jangkar.

“Sudah ada. (Karena) sudah ada beberapa kapal yang masuk baik yang di Galang dan Berakit,” katanya, Senin (7/6/2021).

Namun, orang nomor satu di Provinsi Kepri itu mengaku tidak ingat secara persis, berapa pendapatan yang masuk dari sektor tersebut.

“Untuk angka pastinya coba ditanya ke Kepala Dinas Perhubungan,” sarannya.

Selain itu lanjutnya, Pemprov Kepri juga masih terus melakukan komunikasi dengan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) terkait MoU keputusan tarif labuh jangkar tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Kepri, Junaidi, juga tidak mengetahui persis berapa jumlah pemasukan PAD dari sektor labuh jangkar tersebut.

“Sekarang itu sudah ada yang masuk (ke PAD). Cuma untuk (teknis) hitungan tarifnya, itu ada rumus matematik. Silahkan ditanya ke UPT kita,” tuturnya.

Pungutan retribusi labuh jangkar diresmikan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Jembatan 6, Pulau Galang, Batam, pada Rabu (3/3/2021).

Ketika itu, Gubernur Ansar mengakui, peresmian pemungutan biaya labuh jangkar untuk masuk ke dalam PAD Kepri sendiri melalui proses yang sangat panjang, dan proses ini diakuinya telah berlangsung sejak kepemimpinan Ismeth Abdullah.

“Kegiatan ini memang prosesnya panjang, dari Gubernur Pak Ismeth Abdullah kemudian Pak Sani, kemudian Pak Nurdin dan Pak Isdianto. Saya kira semua punya peran besar untuk ini, dan alhamdulilah memang saat kami diamanahkan masyarakat launching pungutan perdana ini,” katanya waktu itu.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri TS Arif Fadillah menambahkan,Pemprov Kepri telah menetapkan enam lokasi pungutan labuh jangkar, yakni perairan Pulau Galang, perairan Pulau Nipah, perairan Batu Ampar, perairan Kabil Selat Riau, perairan Tanjung Berakit, dan perairan Karimun.

Selain itu, melalui Pergub Pemprov Kepri juga menetapkan jasa labuh sebesar Rp.700/GT per masa.

“Kapal yang masuk sehari rata-rata hanya 1 GT saja. Atau setara dengan 20 unit kapal ukuran 50.000 GT. Dengan jumlah tersebut, pemasukan Kepri bisa mencapai Rp 200 miliar lebih per tahunnya,” katanya.(kar)

example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here