Beranda Headline

Mampu Serap 21 Ribu Pekerja, KEK Galang Batang Terbuka Bagi Tenaga Kerja Lokal

0
Pekerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan-f/zulfikar-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Manajemen PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), sebagai perusahaan yang saat ini mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, menyatakan, komitmen bila perusahaan itu sangat terbuka untuk menampung para tenaga kerja lokal.

Senior Advisor PT BAI KEK Galang Batang, Purba Robert Sianipar, menyampaikan, komitmen itu telah dibuktikan. Saat ini para pekerja di kawasan itu didominasi oleh pekerja lokal.

“Dari total 3.500 pekerja di KEK Galang Batang saat ini, hanya 900 orang pekerja asing, sedangkan sisanya itu adalah pekerja lokal,” katanya, Minggu (23/1/2022) kemarin.

Pihaknya kata dia, selama ini memang sangat terbuka untuk merekrut para tenaga kerja lokal. PT BAI membuka pintu seluas-luasnya, kepada para pekerja lokal. KEK Galang Batang sendiri, diproyeksikan mampu menyerap sekitar 21 ribu tenaga kerja.

“Asalkan memiliki kompetensi dan berdedikasi tinggi,” tuturnya.

Purba mengutarakan, ke depannya, secara perlahan KEK Galang Batang tidak akan lagi menggunakan tenaga kerja asing. Untuk menuju ke tahap itu, pihaknya sejak tahun 2021 lalu, telah menyekolahkan sebanyak 81 Sarjana dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ke negara Tiongkok.

Nantinya, para pekerja yang disekolahkan itu, akan menggantikan posisi para tenaga kerja asing yang saat ini didominasi dari negara Tiongkok, untuk mengoperasikan mesin serta perangkat lunak di perusahaan tersebut.

“Dari 81 pekerja yang kita sekolahkan itu, dua di antaranya adalah pemuda asal Kepri. Kita harap, di tahun-tahun berikutnya akan lebih banyak lagi pemuda di Kepri yang berprestasi yang bisa kita sekolahkan, untuk kemudian bekerja di KEK ini,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, KEK Galang Batang saat ini merupakan salah satu proyek strategis nasional. Sejak resmi beroperasi pada 8 Desember 2018 lalu, sekitar Rp 18 triliun nilai investasi telah masuk ke kawasan itu.

Sedangkan, total keseluruhan nilai investasi di kawsan tersebut, sebesar Rp 70 triliun. Senior Advisor PT BAI KEK Galang Batang, Purba Robert Sianipar, sebelumnya, menyampaikan, dari total Rp 70 triliun nilai investasi di kawasan tersebut, untuk tahap awal akan digelontorkan oleh investor yang berasal dari Nangsang, China sebesar Rp 36,7 triliun sampai tahun 2027.

“Dan sampai dengan Januari 2022 investasi yang sudah terealisasi di kawasan itu sebanyak Rp 18 triliun,” ujar Purba.

Nilai investasi itu, diperuntukkan bagi industri utama yang dikembangkan di KEK itu yakni, industri pengolahan alumina atau bahan baku alumunium dan alumunium batangan (ingot).(kar)







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini