28.3 C
Tanjung Pinang
Senin, Juni 15, 2026
spot_img

Makna Kancing Baju Melayu di Bincang Budaya Dekranasda

TANJUNGPINANG (HAKA) – Stan bazar Dekranasda Tanjungpinang di MTQH XX tampil beda, dengan menggelar diskusi Bincang Budaya, Selasa (28/4/2026).

Plt. Sekretaris Disdagin Tanjungpinang, M Endy Febri menyebut, Ketua Dekranasda Tanjungpinang menggagas progam ini.

Beliau ingin suasana bazar lebih edukatif dan memberi manfaat nyata bagi seluruh pengunjung yang datang.

“Kami mengubah suasana bazar tahun ini. Kami memulai terobosan melalui bincang budaya,” kata Endy.

Tokoh muda Melayu, Dato Setia Perdana Rendra Setyadiharja, memandu diskusi hangat ini. Rendra mengupas tuntas filosofi busana Melayu yang mengandung nilai religius.

Ia menjelaskan kaitan lima kancing baju Cekak Musang dengan Rukun Islam. Sedangkan satu kancing Teluk Belanga mencerminkan keesaan Allah SWT.

“Busana Melayu mengandung makna sosial dan agama. Aturan pemakaian kain samping juga berbeda bagi pria yang sudah atau belum menikah,” jelasnya.

Rendra turut mengkritik modifikasi busana Melayu saat ini. Perubahan bentuk lengan, dan model kancing berisiko mengaburkan nilai asli warisan budaya tersebut.

Para peserta dari perwakilan kecamatan dan kelurahan mengikuti praktik dengan antusias. Mereka belajar memakai kain samping serta mengenal berbagai jenis tanjak. (sih)

Baca Juga:  Hadapi KUHP Baru, PT Kepri Gerak Cepat Konsolidasi dengan PN
Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru