27.5 C
Tanjung Pinang
Minggu, Juli 19, 2026
spot_img

Mahasiswa Kritik Ketidakadilan Insentif Guru TPQ Karimun

TANJUNGPINANG (HAKA) – Kebijakan Pemkab Karimun, terkait mekanisme pembayaran insentif guru TPQ di wilayah pedesaan menuai kritik mahasiswa.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kundur (HIMK) Tanjungpinang-Bintan, Aidil Fitri, menilai, ada ketidakadilan penyaluran insentif guru kelurahan dan desa.

“Rasanya rak adil kalau guru kelurahan sudah menerima pencairan, sementara guru desa masih menunggu tanpa kepastian,” ujar Aidil kepada hariankepri.com, Senin (18/5/2026).

Aidil menyoroti kesiapan Pemkab Karimun sebelum melimpahkan beban pembayaran insentif tersebut ke tingkat desa.

Ia menduga krisis anggaran menyebabkan para pengajar desa belum menerima hak mereka.

“Pemerintah seharusnya lebih siap sebelum melimpahkan pembayaran ke desa. Jangan sampai para guru jadi korban kebijakan yang belum matang kesiapannya,” tegasnya.

Aidil menambahkan, para guru TPQ memiliki peran vital dalam mendidik karakter anak-anak di desa.

“Pemerintah daerah sudah seharusnya memprioritaskan hak mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Aidil mendesak Pemkab Karimun segera memberikan klarifikasi terbuka dan memastikan ketersediaan anggaran agar insentif segera cair secara merata.

“Kami berharap Pemkab Karimun segera memberi penjelasan, agar guru TPQ di desa tidak terus-menerus menunggu tanpa kepastian,” pungkasnya. (sih)

Baca Juga:  Lantik Wagub Nyanyang, Wamentan Puji Sektor Pertanian Kepri
Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru