TANJUNGPINANG (HAKA) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UMRAH, mengkritik keras kinerja Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri.
Kritik tersebut menyoroti krisis kekurangan sekitar 1.500 guru SMA/SMK dan SLB di Kepulauan Riau.
Ketua Departemen Kastrat BEM FISIP Umrah, Febriansyah menilai, kondisi ini membuktikan lemahnya perencanaan pemerintah daerah.
Pemerintah daerah kurang memitigasi SDM pendidikan dengan baik.
“Krisis sebesar ini akibat lambatnya antisipasi terhadap guru pensiun,” ujar Febriansyah, Rabu (20/5/2026).
Antisipasi terhadap pertumbuhan siswa juga lambat, terutama di Batam yang memiliki lonjakan kebutuhan tajam
Ia menyayangkan sikap pemerintah yang lebih fokus pada pembangunan fisik sekolah baru. Namun, pemerintah abai melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pengajar secara serius.
“Ini menunjukkan kebijakan pendidikan kita lebih fokus pada fisik dibanding kualitas SDM,” lanjut Febriansyah.
Febriansyah mendorong Disdik Kepri untuk melakukan evaluasi total terhadap tata kelola pendidikan.
Ia meminta Disdik melakukan pemetaan kebutuhan guru berbasis data. Disdik Kepri tidak boleh sekadar bersikap reaktif setiap tahun.
“Kami minta evaluasi. Susun perencanaan SDM jangka panjang agar krisis guru ini tidak terus berulang,” tutupnya. (sih)





