TANJUNGPINANG (HAKA) – Kalangan mahasiswa menyoroti munculnya tiga nama dalam bursa calon Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri.
Anggota Dinas Kajian dan Aksi Isu Strategis BEM FISIP UMRAH, Riquel Ambarita, mempertanyakan komposisi nama yang Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, ajukan.
Ia menilai tiga nama yang masuk ke meja seleksi, yakni Venni Meitaria Detiawati, Muhammad Darwin, dan Misni, gagal merepresentasikan anak daerah.
“Kami heran, mengapa tiga nama di bursa calon Sekdaprov Kepri tidak mencantumkan putra asli daerah? Semuanya orang luar Kepri,” ujarnya kepada hariankepri.com, Selasa (24/2/2026).
Riquel memandang, banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kepri yang lahir dan besar di Kepulauan Riau, memiliki kompetensi mumpuni.
Namun, ia menyayangkan bursa pencalonan posisi tertinggi birokrasi Kepri tersebut, justru mengabaikan para pejabat asli daerah.
“ASN Pemprov Kepri yang asli putra daerah banyak yang berkompeten. Ada apa sebetulnya dengan Pak Gubernur?,” tanya Riquel tegas.
Riquel khawatir Sekda definitif nantinya tidak memahami kondisi psikologis dan budaya masyarakat lokal.
“Jangan sampai sosok terpilih malah tak paham bagaimana kondisi dan kultur Kepri,” tambahnya.
Ia menjelaskan, bahwa jabatan Sekdaprov memegang posisi krusial untuk mengelola anggaran secara bersih dan cepat bagi kepentingan masyarakat.
Riquel menegaskan BEM FISIP UMRAH, akan terus memantau perkembangan pemilihan jabatan strategis ini hingga tuntas.
“Kami siap mengawal proses ini sampai muncul sosok yang benar-benar tepat untuk Kepri,” pungkasnya.
Sebagai informasi, saat ini panitia seleksi dan Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memegang keputusan akhir atas ketiga nama tersebut.
Mahasiswa berharap sosok terpilih nantinya mampu mengawal visi pembangunan Kepri di masa depan.
Diketahui, ada sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Kepri, yang notabenenya merupakan putra putri daerah Kepulauan Riau.
Seperti Rika Azmi asal Natuna, dan Aries Fhariandi dari Karimun. Keduanya pun cukup mumpuni dengan menyandang gelar akademik sebagai doktor. (sih)





