KARIMUN (HAKA) – Mahasiswa mengkritik operasional ambulans laut hibah Pemprov Kepri untuk Pemkab Karimun yang mandek, tanpa kepastian.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kundur, Aidil Fitri, menyatakan kekecewaan dan menyayangkan bantuan Gubernur Ansar Ahmad itu belum menyentuh kepentingan masyarakat.
“Harusnya pemkab langsung memanfaatkan bantuan, bukan membiarkan kapal menganggur,” ujar Aidil kepada hariankepri.com, kemarin.
Aidil menilai, alasan ketiadaan anggaran operasional Pemkab Karimun sangat tidak masuk akal. Padahal, kebutuhan layanan kesehatan di pulau-pulau sangat mendesak.
“Seharusnya pemerintah merencanakan anggaran sejak awal,” tegasnya.
Aidil memperingatkan pemerintah, agar tidak melakukan pembiaran fasilitas publik. Kondisi ini membuktikan minimnya kepedulian pemerintah terhadap kesehatan warga pulau.
“Jika pemerintah daerah tetap diam, pemerintah bisa kehilangan kepercayaan publik,” pungkasnya.
Sebelumnya, Camat Selat Gelam, Karimun, Indra membenarkan, ada speedboat ambulans laut hibah Pemprov Kepri, hanya terparkir di wilayahnya.
Indra mengungkapkan, armada medis tersebut belum pernah menyentuh air, untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat sejak pemprov menyerahkannya tahun lalu.
”Sejak serah terima tahun lalu, kami belum pernah mengoperasionalkan speedboat ini,” ujar Indra kepada hariankepri.com, kemarin.
Menurut Indra, selama hampir satu tahun terakhir, petugas hanya memanaskan mesin kapal tersebut sekali saja. (sih)





