BATAM (HAKA) – Pemerintah Pusat menunjuk Kota Batam, sebagai lokasi perdana peluncuran program, Sinergi Pengentasan Kemiskinan Terpadu Kawasan (SiTaskin) Pesisir.
​Program kolaboratif lintas kementerian ini, menyasar pengentasan kemiskinan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
​”Ini bentuk komitmen bersama untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia,” ujar Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Ia menjelaskan, bahwa kemiskinan di Batam berhasil turun, dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen berkat program pemberdayaan ekonomi mandiri.
Menurutnya, ​pemerintah daerah memperkuat jaring pengaman nelayan lewat pembagian alat tangkap, kapal, bibit ikan, dan keramba.
“Termasuk fasilitasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara menyeluruh,” ucapnya.
​Amsakar ingin memastikan, masyarakat pesisir tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh perlindungan.
Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menambahkan, bahwa Kampung Nelayan Merah Putih adalah program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
​Kementerian menargetkan pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 untuk menyokong pemenuhan konsumsi protein dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
​”Pengembangannya harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Didit saat ke berkunjung ke Batam, kemarin.
​Ia mencontohkan, ekosistem ekonomi baru tercipta setelah para nelayan mulai mengolah hasil tangkapan mentah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi. (fik)





