NATUNA (HAKA) – Permintaan bibit kelapa unggul asal Kabupaten Natuna terus meningkat.
Terbaru, pelaku usaha mengirim 80.000 butir bibit menuju Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan.
Bibit kelapa Natuna memiliki daging buah tebal dan produktivitas tinggi sehingga diminati sebagai sumber bibit perkebunan.
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau melalui Satuan Pelayanan Natuna memeriksa seluruh bibit sebelum pengiriman.
Kepala Karantina Kepri, Hasim, mengatakan, pengiriman tersebut menjadi yang ketiga sepanjang 2026.
“Berdasarkan data aplikasi Best Trust, terdapat permohonan pengiriman sebanyak 80.000 butir bibit kelapa,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Petugas memeriksa seluruh bibit sesuai prosedur karantina, untuk memastikan tanaman bebas Organisme Pengganggu Tumbuhan.
“Petugas juga memastikan, bibit terbebas dari Sexava nubila serta penyakit layu kelapa akibat cendawan maupun bakteri,” ujarnya.
Hasim menilai pengawasan ketat penting karena bibit kelapa memiliki risiko tinggi dan membutuhkan waktu tumbuh yang panjang.
Ia menyebut permintaan bibit seharga sekitar Rp3.000 per butir membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Natuna di luar sektor perikanan.
“Kami memastikan seluruh tahapan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur,” katanya.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menegaskan, karantina juga berperan mendukung perdagangan dan ekspor nasional.
“Kami memastikan seluruh proses sertifikasi karantina berjalan cepat, transparan, akuntabel, dan bebas dari segala bentuk pungutan liar,” tutupnya. (sih)






