TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kepri, Senin (30/3/2026).
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mencatat perolehan pendapatan daerah, sebesar Rp3,72 triliun sepanjang tahun anggaran 2025 yang lalu.
Angka pendapatan tersebut, setara dengan 95,39 persen dari target awal pemerintah sebesar Rp3,91 triliun pada dokumen APBD.
Ansar menjelaskan, bahwa penyusunan laporan ini mengikuti dokumen perencanaan serta perubahan APBD untuk menjamin konsistensi kebijakan pembangunan daerah.
“Dari Sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang angka signifikan, sebesar Rp1,75 triliun,” sebutnya.
Capaian PAD tersebut menyentuh angka 92,08 persen, dari target awal yang telah pemerintah tetapkan bersama jajaran legislatif sebelumnya.
Sektor dana transfer dari pemerintah pusat, juga menunjukkan performa realisasi yang sangat tinggi pada akhir tahun anggaran kemarin.
Dana transfer pusat menghasilkan angka Rp1,97 triliun, dari target sebesar Rp2,00 triliun untuk mendukung berbagai program strategis daerah.
Pos pendapatan lain-lain yang sah, bahkan melampaui target awal hingga mencapai realisasi sebesar Rp1,79 miliar atau sekitar 135,85 persen.
Ansar juga merincikan, realisasi belanja daerah tahun 2025 yang mencapai Rp3,733 triliun atau sekitar 94,94 persen dari pagu anggaran.
Serapan belanja tersebut mencakup, komponen biaya operasional, belanja modal, serta dana transfer untuk kebutuhan pembangunan masyarakat Kepulauan Riau.
“Untuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 sebesar Rp22,291 miliar setelah tutup buku anggaran,” ujarnya.
Terakhir, Ansar memaparkan realisasi anggaran tugas pembantuan dari pusat mencapai 92,46 persen pada sektor pertanian, kepemudaan, dan pekerjaan umum. (sih)





