TANJUNGPINANG (HAKA) – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menghadiri kegiatan temu Pelaku UMKM Tanjungpinang di Ballroom Hotel Alltrue, Rabu (22/4/2026).
“Kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha,” ucap Wali Kota Tanjungpinang, Lis kepada wartawan.
Lis menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Tanjungpinang, dan sektor ini terbukti tahan banting.
Data tahun 2025 menunjukkan jumlah usaha mikro di Tanjungpinang mencapai 15.003 unit. Sektor kuliner mendominasi dengan 10.463 unit, sementara sektor jasa mencatat 4.123 unit.
Namun, Lis menyoroti rendahnya angka legalitas usaha. Hingga tahun 2026, tercatat baru 5.486 usaha mikro yang mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Potensi kita besar, tapi baru sepertiga yang punya NIB,” ujarnya.
Lis juga mendorong para pelaku usaha, agar melek teknologi dan mulai memanfaatkan platform digital.
“Itu untuk memperluas jangkauan pemasaran produk unggulan daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Bappelitbang Tanjungpinang, Dody menyebut, temu UMKM ini sebagai langkah memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tahun 2025 pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 3,31 persen,” jelasnya.
Dalam acara tersebut, Wali Kota Lis juga menyerahkan kartu NIB secara simbolis kepada 7 pelaku usaha.
Selain itu, ia memberikan sertifikat halal dan hak cipta kepada 3 pelaku UMKM terpilih. Sebanyak 100 perwakilan IKM, UMKM lintas OPD. (sih)





