BOGOR (HAKA) — Tim Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University 2026, meloloskan lima UMKM olahan perikanan di Pekanbaru.
Kelima UMKM tersebut akan mengikuti pendampingan intensif, untuk memperkuat branding dan pemasaran digital.
Ketua Tim Dospulkam IPB University 2026 Dr Nimmi Zulbainarni mengatakan, program itu memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha.
“Program ini memberikan pendampingan nyata. Kami fokus pada penguatan branding, pemasaran digital, dan live commerce,” tegasnya.
Ia menjelaskan, ada sebanyak 10 UMKM mengikuti proses seleksi sebelum tim evaluator menetapkan lima peserta terpilih.
Para peserta mempresentasikan profil usaha, legalitas, potensi produk, konsistensi produksi hingga strategi pemasaran digital.
Tim evaluator melibatkan pakar IPB University, Universitas Riau dan Asia Small Business Federation (ASBF) Regional Riau.
Berdasarkan hasil penilaian, lima UMKM yang lolos yakni PT Sedap Molex Nusantara dengan produk kecap ikan patin.
“Kemudian Dapoer D’Family DaiDilDi dengan produk sambal ikan salai patin suwir,” terangnya.
Shanaya Food membawa aneka olahan ikan tenggiri, sedangkan CV Pak Ombak Djaya mengembangkan produk rendang ikan.
“Satu peserta lainnya, yakni Zayyan Homemade, memproduksi sarden dan abon ikan,” sebutnya.
Kelima pelaku usaha tersebut akan mengikuti pelatihan langsung di Pekanbaru sebagai bagian dari program pendampingan.
Materi pelatihan mencakup perbaikan kemasan, optimalisasi marketplace, pemasaran digital hingga praktik live selling.
Tim Dospulkam IPB University menargetkan pendampingan tersebut dapat memperkuat daya saing produk olahan perikanan.
Program itu juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar digital hingga tingkat nasional. (sha)




