TANJUNGPINANG (HAKA) – Layanan Call Center 110 Polresta Tanjungpinang terima ratusan laporan palsu alias kena prank.
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi mengatakan, sebanyak 692 panggilan palsu telah menghubungi layanan itu sepanjang tahun 2025.
“Memang ada ratusan panggilan prank, tapi kita maklumi saja,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Senin (29/12/2025).
Ia menegaskan, kepolisian memiliki data lengkap masyarakat yang menghubungi layanan itu, seperti alamat penghubung.
“Ada yang telpon dari Kabupaten Lingga, Natuna, Anambas, bahkan Kota Batam,” ungkapnya.
Akan tetapi, Hamam memastikan, para petugas akan mengedukasi masyarakat yang hanya iseng untuk memanfaatkan layanan tersebut.
“Sejauh ini kita belum ada tindakan untuk mereka, karena kita harus bersabar untuk melayani masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, jumlah laporan asli yang masuk ke layanan Call Center 110 itu ada sebanyak 250 panggilan.
“Ada beragam macam aduan dari masyarakat, seperti memohon Layanan Antar Jemput Disabilitas (Anjeli),” terangnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengimbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan layanan Call Center 110 itu dengan baik dan sesuai peruntukkan.
“Kami tidak mau mengintimidasi masyarakat, jadi jika ada yang butuh pertolongan, tolong segera dilaporkan,” tutupnya. (dim)





