28.7 C
Tanjung Pinang
Sabtu, Januari 17, 2026
spot_img

Langkah Strategis Ansar, Bangun Poli Baru di RSUD RAT untuk Jamin Kesehatan Rakyat

GUBERNUR Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengambil langkah tegas dan berani, dengan memprioritaskan pembangunan Gedung Poliklinik (Poli) baru.

Gedung poli baru ini untuk di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT), yang anggarannya melalui skema pinjaman daerah sekitar Rp110 miliar.

Rencananya, program ini akan terealisasi pada anggaran 2026. Ini bukanlah sekadar janji politik, tapi pengakuan realistis terhadap kondisi kritis pelayanan kesehatan publik di rujukan utama Kepri.

Meskipun Demikian, di tengah keterbatasan fiskal daerah, langkah Gubernur Ansar menempuh pinjaman ke Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) menunjukkan keberanian.

Ia berani berutang demi investasi kesehatan. Pinjaman ini pun hanya untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur mendesak. Bukan pula untuk belanja konsumtif.

Oleh karena itu, pembangunan gedung Poli RSUD RAT adalah investasi yang menjamin hak dasar rakyat atas kesehatan, dan bukan sekadar proyek kemegahan.

Secara spesifik, investasi Rp110 Miliar ini adalah biaya untuk memastikan, dengan demikian, warga Kepri tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar.

Mereka tak perlu lagi berobat ke luar daerah atau luar negeri (seperti Malaysia), sebab, di Kepri sudah ada rumah sakit yang lengkap dan memadai.

Tentu saja, keputusan strategis ini harus dikawal ketat, meski Gubernur Ansar telah menekankan pentingnya persetujuan dari pemerintah pusat, yaitu Menteri Keuangan dan Mendagri.

Dalam perhitungan kemampuan fiskal daerah, pinjaman ini dicicil hingga tahun 2027. Yang pasti, anggaran harus tetap konsentrasi pada proyek kesehatan ini.

Langkah Gubernur Ansar Ahmad ini adalah keputusan politik paling benar, yang sekaligus menegaskan bahwa di Kepri, kesehatan dan nyawa rakyat adalah prioritas utama.

Ansar mengajukan pinjaman bukan tanpa alasan. Faktanya, RSUD RAT sering kewalahan melayani pasien, dengan fasilitas yang tidak memadai lagi.

Baca Juga:  Menanti Sekdaprov Kepri: Jabatan Strategis dan Pejuang Visi Daerah

Rencananya gedung poli baru ini setinggi lima lantai. Lokasi pembangunan tepat di belakang bangunan utama.

Ke depan, layanan rawat jalan (poli) akan terpisah dari layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pemisahan ini juga untuk menciptakan kenyamanan.

Pasien rawat jalan tidak akan lagi bercampur dengan keluarga pasien rawat inap. Sebab, selama ini kondisi itu cukup mengganggu kenyamanan.

Keputusan investasi pembangunan poli ini juga sebagai respons langsung terhadap keluhan pasien yang membutuhkan pelayanan cepat, terpusat, dan manusiawi.(argapermadi)

spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru