29.6 C
Tanjung Pinang
Selasa, April 14, 2026
spot_img

Krisis Air di Bintan, Warga Terpaksa Mandi Pakai Air Galon

BINTAN (HAKA) – Krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bintan. Kabar menyebutkan Waduk Sei Jago saat ini telah mengering.

Seorang warga Tanjunguban, Niar Okfirsta, menyampaikan, bahwa PDAM menghentikan total distribusi air sejak beberapa hari sebelum perayaan Idulfitri lalu.

“Di Tanjunguban dan Lobam tempat saya air tidak mengalir, karena waduk di sana sudah kering,” ujar Niar kepada hariankepri.com, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, bahwa pihak pengelola hanya memberikan informasi mengenai kondisi waduk yang mengering, dan belum ada solusi konkret bagi kebutuhan para pelanggan.

“Mereka cuma info waduk kering, tidak ada solusi. Sekarang warga Uban dan Lobam berebut beli air,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Musibah kebakaran yang kerap terjadi di beberapa titik wilayah Bintan saat cuaca panas memperparah kondisi sulit ini.

“Iya, sekarang kebakaran sering terjadi setiap hari, sementara kami sedang susah sekali mencari air bersih,” tambahnya.

Keluhan senada juga datang dari warga Bintan lainnya, Hendro. Ia mengaku sudah merasakan dampak macetnya aliran air bersih tersebut sejak sepekan terakhir.

“Sudah tujuh hari kondisi begini. Hari pertama bahkan saya terpaksa mandi pakai air galon isi ulang,” kata Hendro.

Ia berkelakar bahwa untuk sekali mandi saja, ia menghabiskan stok air minum dalam kemasan galon yang cukup banyak di rumahnya.

“Habis kira-kira delapan galon untuk mandi saja waktu itu,” ucapnya.

Sementara itu, warga Desa Sungai Kecil, Simatupang, merasa sangat terpukul. Kesulitan air ini sangat membebani kondisi keuangan keluarganya.

“Sudah sepuluh hari air kecil, kadang tidak keluar sama sekali. Saya terpaksa membeli air untuk minum dan kebutuhan lain,” tuturnya.

Biaya tambahan untuk membeli air membuatnya batal mengirimkan uang lebaran kepada keluarga tercinta di kampung halaman.

Baca Juga:  Bupati Iskandarsyah Janji, Akses Sinyal 24 Jam di Ungar

“Biasanya sebelum Lebaran saya mengirim uang ke kampung, tapi kali ini tidak bisa karena uang habis untuk membeli air,” keluh Simatupang.

Meskipun demikian, ia tetap berharap hujan segera turun agar kondisi waduk kembali normal sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air.

“Semangat warga Bintan yang sedang kesulitan air. Semoga Tuhan segera menurunkan hujan untuk kita semua,” pungkasnya. (sih)

Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru

' '