BINTAN (HAKA) – Krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bintan. Kabar menyebutkan Waduk Sei Jago saat ini telah mengering.
Seorang warga Tanjunguban, Niar Okfirsta, menyampaikan, bahwa PDAM menghentikan total distribusi air sejak beberapa hari sebelum perayaan Idulfitri lalu.
“Di Tanjunguban dan Lobam tempat saya air tidak mengalir, karena waduk di sana sudah kering,” ujar Niar kepada hariankepri.com, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, bahwa pihak pengelola hanya memberikan informasi mengenai kondisi waduk yang mengering, dan belum ada solusi konkret bagi kebutuhan para pelanggan.
“Mereka cuma info waduk kering, tidak ada solusi. Sekarang warga Uban dan Lobam berebut beli air,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Musibah kebakaran yang kerap terjadi di beberapa titik wilayah Bintan saat cuaca panas memperparah kondisi sulit ini.
“Iya, sekarang kebakaran sering terjadi setiap hari, sementara kami sedang susah sekali mencari air bersih,” tambahnya.
Keluhan senada juga datang dari warga Bintan lainnya, Hendro. Ia mengaku sudah merasakan dampak macetnya aliran air bersih tersebut sejak sepekan terakhir.
“Sudah tujuh hari kondisi begini. Hari pertama bahkan saya terpaksa mandi pakai air galon isi ulang,” kata Hendro.
Ia berkelakar bahwa untuk sekali mandi saja, ia menghabiskan stok air minum dalam kemasan galon yang cukup banyak di rumahnya.
“Habis kira-kira delapan galon untuk mandi saja waktu itu,” ucapnya.
Sementara itu, warga Desa Sungai Kecil, Simatupang, merasa sangat terpukul. Kesulitan air ini sangat membebani kondisi keuangan keluarganya.
“Sudah sepuluh hari air kecil, kadang tidak keluar sama sekali. Saya terpaksa membeli air untuk minum dan kebutuhan lain,” tuturnya.
Biaya tambahan untuk membeli air membuatnya batal mengirimkan uang lebaran kepada keluarga tercinta di kampung halaman.
“Biasanya sebelum Lebaran saya mengirim uang ke kampung, tapi kali ini tidak bisa karena uang habis untuk membeli air,” keluh Simatupang.
Meskipun demikian, ia tetap berharap hujan segera turun agar kondisi waduk kembali normal sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air.
“Semangat warga Bintan yang sedang kesulitan air. Semoga Tuhan segera menurunkan hujan untuk kita semua,” pungkasnya. (sih)





