25.5 C
Tanjung Pinang
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img

Krisis Air, 4.000 Pelanggan Menunggu Kepastian Layanan PDAM

TANJUNGPINANG (HAKA) – Layanan air bersih Perumda Tirta Kepri (dulu PDAM) di Kota Tanjungpinang dan Bintan, masih sangat rendah hingga tahun 2026 ini.

Audit BPKP mencatat layanan air bersih tersebut baru menjangkau sekitar 33 persen dari total populasi penduduk setempat.

Cakupan yang rendah ini, memicu penumpukan daftar tunggu calon pelanggan, yang ingin mengakses air bersih secara rutin.

Direktur Utama Perumda Tirta Kepri, Abdul Kholik, menyebut 4.000 warga kini mengantre demi mendapatkan sambungan layanan air.

“Keterbatasan sumber air tawar pada Waduk Sei Pulai dan Waduk Kawal menghambat pemenuhan kebutuhan penduduk,” ungkap Kholik, beberapa waktu lalu.

Menurutnya,.kondisi tersebut memaksa sebagian besar masyarakat menggunakan air sumur galian, atau membeli air tangki untuk kebutuhan harian.

“Penduduk masih mengandalkan air sumur atau membeli air secara mandiri,” tambah Kholik.

Selain faktor alam, infrastruktur pipa distribusi yang sudah tua juga menghambat kelancaran distribusi air ke rumah pelanggan.

“Debit air yang minim dan jaringan pipa tua menjadi kendala utama kami melayani ribuan calon pelanggan baru,” ungkapnya.

Kholik menegaskan kembali, bahwa 4.000 calon pelanggan tetap berada dalam daftar tunggu tanpa kepastian layanan segera.

“Kami mengharapkan dukungan APBD Kepri guna membiayai penggantian jaringan pipa lama agar distribusi air lebih maksimal,” pungkasnya. (dan)

Baca Juga:  Targetkan Lebih Merata, Wagub Kepri Evaluasi Program MBG 2026
Nuzli Ramadhani
Nuzli Ramadhani
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Dalam kesehariannya, aktif melakukan peliputan dan penulisan berbagai peristiwa dan isu-isu daerah yang terjadi di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru