TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala KPPG Wilayah Riau, Sumbar, dan Kepri, Syartiwidya menanggapi isu negatif seputar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral di media sosial.
“Saya menyangkal pandangan miring segelintir masyarakat tersebut,” tegasnya kepada hariankepri.com, Senin (23/2/2026).
Ia menyayangkan, munculnya anggapan yang menyebut Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai maling berkedok gizi.
“Niat mulia pemerintah memberi makan anak-anak bangsa, mengapa mereka mengartikannya seperti itu?,” sesalnya.
Syartiwidya meminta masyarakat, memahami dan mempelajari lebih dulu manfaat ganda dari program ini.
“Mari pahami dan pelajari dulu efek domino (multiplier effect) dari program makanan bergizi ini,” ajaknya.
Menurutnya, program ini mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat serta usaha mikro di daerah secara nyata.
“Coba hitung berapa banyak uang yang beredar dan seberapa besar peningkatan ekonomi masyarakat,” sebutnya.
Tidak hanya itu, kehadiran dapur umum program ini juga mampu menyerap banyak tenaga kerja.
“Dapur umum dan UMKM yang bergerak menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru,” terangnya.
Ia menambahkan, bahwa pembagian makanan bergizi gratis ini sangat sejalan dengan visi pemerintah pusat.
“Satu program MBG ini saja sudah mampu menjawab empat tujuan Asta Cita,” pungkasnya. (sih)





