TANJUNGPINANG (HAKA) – Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kepri, Wahyu Wahyudin, menegaskan, bahwa masyarakat harus melestarikan permainan gasing tradisional.
Menurutnya, gasing bukan sekadar olahraga tradisional biasa, melainkan identitas Melayu yang menuntut seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kelestariannya.
“Bagi Kormi, gasing bukan sekadar permainan lama, tetapi lambang identitas Melayu yang harus terus kita junjung,” ujarnya kepada hariankepri.com.
Wahyu menyampaikan bahwa putaran gasing di atas tanah bukan hanya menggerakkan kayu, melainkan juga menggerakkan sejarah dan adat.
Putaran tersebut menjadi simbol jati diri masyarakat Melayu yang mengalir dari generasi terdahulu hingga saat ini.
“Di dalam permainan gasing terdapat nilai-nilai besar seperti ketangkasan tangan, ketepatan langkah, kesabaran jiwa, dan keberanian bersaing,” tegasnya.
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri tersebut mengajak seluruh generasi muda, untuk kembali menghidupkan olahraga gasing di era modern.
Menurut Wahyu, tantangan zaman saat ini sangat besar, sehingga pelestarian budaya lokal menjadi pondasi penting bagi karakter anak bangsa.
“Di tengah dunia modern, kita boleh maju dengan teknologi, tetapi jangan sampai kita mencabut akar budaya dari bumi sendiri,” pesannya.
Wahyu berharap gasing dapat terus eksis sebagai olahraga prestasi maupun rekreasi yang membanggakan bagi masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau. (sih)





